Sekitar 500 orang, mayoritas wisatawan, terpaksa dievakuasi menggunakan perahu dari Agios Vasileios, Yunani, pada Minggu (23/7/2023) akibat terjebak oleh kobaran api kebakaran hutan yang meluas.
Evakuasi dramatis ini dilakukan setelah api yang membakar wilayah tersebut semakin mendekat, membuat warga dan wisatawan tidak memiliki pilihan lain selain menyelamatkan diri melalui jalur laut. Otoritas penjaga pantai Yunani mengerahkan kapal-kapal untuk mengevakuasi mereka yang terperangkap di pesisir.
Sementara itu, kebakaran hutan di Yunani belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah titik api masih dilaporkan aktif di berbagai wilayah, menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak bencana ini. Kondisi ini menjadi bagian dari gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa, memicu serangkaian kebakaran hutan di berbagai negara.
Di Italia, kebakaran hutan juga dilaporkan melalap sebagian wilayah Sisilia. Petugas pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan api yang membahayakan permukiman dan situs bersejarah. Di Prancis, api di wilayah Gironde yang sempat terkendali kembali membesar, memaksa evakuasi warga di beberapa area.
Situasi serupa terjadi di Spanyol, di mana kebakaran hutan di berbagai provinsi terus menjadi ancaman. Ribuan hektare lahan telah hangus, dan upaya pemadaman terus dilakukan oleh ratusan petugas pemadam kebakaran dibantu pesawat water bomber.
Gelombang panas yang melanda Eropa sejak beberapa pekan terakhir diperkirakan akan terus berlanjut, meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan. Para ilmuwan mengingatkan bahwa perubahan iklim memperburuk intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem seperti ini.
