Pebalap Yamaha, Fabio Quartararo, menerima sanksi menyusul kegagalan data ban depan motornya untuk mencatat tekanan yang valid selama balapan MotoGP Silverstone. Keputusan ini diumumkan setelah pemeriksaan teknis pasca-balapan.
Insiden ini bermula ketika sistem pemantauan tekanan ban depan pada motor YZR-M1 milik Quartararo tidak berhasil merekam data yang sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh FIM (Federation Internationale de Motocyclisme). Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keadilan dalam kompetisi.
Akibatnya, Quartararo dikenakan penalti berupa penalti waktu tiga detik yang ditambahkan pada catatan waktunya di Sirkuit Silverstone. Penalti ini secara otomatis mengubah posisinya di klasemen balapan.
Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan keprihatinan atas kejadian ini. Ia menjelaskan, “Kami sangat kecewa dengan penalti yang diterima Fabio. Kami telah bekerja keras untuk memastikan semua aspek teknis motor kami sesuai dengan peraturan.”
Menurut Meregalli, masalah ini tampaknya berasal dari sensor pada sistem pemantauan ban depan. “Kami menduga ada masalah dengan sensor yang bertanggung jawab untuk mengirimkan data tekanan ban. Ini adalah sesuatu yang tidak kami antisipasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Quartararo berhasil finis di posisi kedelapan. Namun, dengan adanya penalti waktu tiga detik, posisinya tergeser ke urutan kesepuluh. Perubahan ini tentu berdampak pada perolehan poinnya dalam klasemen sementara MotoGP.
Peraturan FIM mengenai tekanan ban telah diperketat untuk musim 2023, yang mengharuskan pebalap menjaga tekanan ban depan di atas ambang batas minimum selama balapan. Kegagalan memenuhi persyaratan ini dapat berujung pada sanksi.
Pihak Yamaha menyatakan akan melakukan investigasi mendalam untuk memahami akar permasalahan ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di seri balapan berikutnya. “Kami akan meninjau kembali seluruh sistem dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Keselamatan dan integritas kompetisi adalah prioritas utama kami,” tegas Meregalli.
