Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merasakan dampak terparah dari fenomena El Nino. Menurutnya, puncak El Nino diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, sehingga kewaspadaan harus tetap dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mahfud MD pada acara Silaturahmi Nasional Yayasan Alumni Universitas Gadjah Mada (YAGAMA) pada Sabtu, 2 September 2023. Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD mengutip data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada bulan September hingga Oktober 2023.
Mahfud MD menekankan pentingnya persiapan dan antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino yang lebih intens. “BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada September sampai Oktober, jadi sekarang belum puncak, ini adalah bagian dari proses,” ujar Mahfud MD. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun sudah terasa dampaknya, situasi El Nino masih berpotensi memburuk.
Lebih lanjut, Mahfud MD menjelaskan bahwa fenomena El Nino ini tidak hanya berdampak pada suhu udara yang meningkat, tetapi juga dapat memicu kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Intensitas panas yang tinggi dan berkurangnya curah hujan menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menko Polhukam juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air dan energi, serta senantiasa mematuhi imbauan dari pemerintah terkait pencegahan kebakaran. Upaya mitigasi dan adaptasi perlu digalakkan secara masif untuk meminimalkan kerugian yang mungkin ditimbulkan oleh El Nino. Koordinasi antarlembaga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, juga menjadi kunci dalam penanganan fenomena alam ini secara efektif.
