Tim nasional Prancis memastikan diri melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion New York New Jersey pada Selasa (30/6) waktu setempat atau Rabu (1/7) dini hari WIB ini menjadi panggung unjuk gigi bagi Kylian Mbappe yang tampil gemilang dengan mencetak dua gol krusial.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh Didier Deschamps langsung mengambil inisiatif serangan. Prancis bermain dengan intensitas tinggi untuk segera memecah kebuntuan. Meski demikian, Swedia sempat memberikan perlawanan sengit dan bahkan mencatatkan peluang pertama melalui tembakan ke arah gawang Mike Maignan.
Memasuki 15 menit jalannya pertandingan, tensi permainan masih terjaga dengan disiplin tinggi dari kedua kubu. Kedua tim terlihat berhati-hati dalam membangun serangan, dengan masing-masing hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Pada menit ke-19, Bradley Barcola nyaris membuka keunggulan, namun upayanya masih melambung di atas mistar gawang Swedia yang dikawal Jacob Widell Zetterstrom.
Drama sempat terjadi pada menit ke-20 ketika Kylian Mbappe berhasil menyarangkan bola ke gawang Swedia. Sayangnya, wasit Danny Mekkelie membatalkan gol tersebut setelah meninjau posisi pemain lewat pengamatan hakim garis. Mbappe dinyatakan berada dalam posisi offside karena bagian tubuhnya, termasuk tangan, telah mendahului pemain bertahan terakhir lawan saat menerima umpan.
Selepas jeda rehidrasi, Prancis meningkatkan tekanan secara signifikan. Adrien Rabiot nyaris membawa Les Bleus unggul melalui tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-30, namun Zetterstrom bereaksi cepat untuk menepis bola. Hanya berselang dua menit, Mbappe kembali memberikan ancaman nyata. Sepakan akuratnya membentur mistar gawang, sebuah momen yang memicu kekecewaan besar bagi sang kapten di lapangan.
Gelombang serangan Prancis tidak berhenti di situ. Pada menit ke-36, Michael Olise mempertontonkan skill individu lewat tendangan salto spektakuler. Lagi-lagi, mistar gawang menjadi penghalang bagi Prancis, dan bola muntah yang disambar Ousmane Dembele masih meleset dari sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat pada menit ke-45. Kylian Mbappe menjadi aktor utama dengan melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok gawang Swedia. Gol ini menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Prancis, sekaligus memberikan suntikan moral besar bagi tim sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Prancis tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan tempo. Didier Deschamps tampaknya memberikan instruksi untuk terus menekan pertahanan lawan guna mengunci kemenangan lebih awal. Hasilnya, permainan Prancis terlihat jauh lebih solid dan mampu mengurung Swedia di area pertahanan mereka sendiri.
Dominasi tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-53. Michael Olise mengirimkan umpan terobosan cerdik yang melewati sela kaki bek Swedia, memberikan ruang bagi Bradley Barcola untuk melepaskan tembakan mematikan yang tidak mampu dijangkau oleh Zetterstrom. Gol tersebut mengubah papan skor menjadi 2-0 dan semakin memantapkan dominasi Prancis di laga ini.
Pertandingan terus berjalan dengan intensitas tinggi. Zetterstrom dipaksa bekerja ekstra keras di bawah mistar gawang untuk menghalau serangkaian peluang dari para pemain Prancis. Namun, ketangguhannya akhirnya kembali ditembus pada menit ke-74. Kylian Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui skema serangan balik yang berhasil lolos dari jebakan offside.
Menjelang akhir pertandingan, Didier Deschamps memutuskan untuk menarik keluar Mbappe dan menggantikannya dengan Jean-Philippe Mateta. Meski sang bintang utama telah berada di bangku cadangan, daya dobrak Prancis tidak berkurang. Mereka tetap mempertahankan penguasaan bola hingga wasit meniup peluit panjang, memastikan kemenangan telak 3-0.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Kylian Mbappe secara pribadi. Dengan tambahan dua gol dalam laga ini, total koleksi gol Mbappe di ajang Piala Dunia 2026 kini mencapai enam gol. Angka tersebut menyamai catatan perolehan gol milik megabintang Argentina, Lionel Messi, yang sebelumnya juga menorehkan angka serupa. Pencapaian ini menegaskan status Mbappe sebagai salah satu predator paling mematikan di turnamen akbar tahun ini.
Bagi Prancis, hasil positif ini menjadi modal berharga sekaligus bukti kesiapan mereka dalam menatap babak 16 besar. Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah mereka mulus melaju ke fase gugur dengan performa yang semakin matang. Sementara itu, bagi Swedia, kekalahan ini menjadi evaluasi mendalam meski mereka telah berjuang keras sepanjang 90 menit pertandingan.
Keberhasilan Prancis menembus babak selanjutnya disambut antusias oleh para pendukungnya di stadion. Dengan komposisi pemain yang merata dan performa lini serang yang tajam, Les Bleus kini menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai dalam persaingan memperebutkan trofi juara. Fokus tim kini beralih pada persiapan babak 16 besar untuk mempertahankan momentum kemenangan yang telah diraih.











