Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melontarkan sebuah kelakar mengenai keengganan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan. Lelucon tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara panen raya bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat, 17 Juli 2020.
Dalam momen yang penuh keakraban tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencoba untuk menawarkan sebuah posisi kepada pihak kepolisian. Namun, tawaran tersebut rupanya disambut dengan penolakan halus. “Saya pernah menawarkan, ‘Pak Kapolri, bagaimana kalau kita gabung saja?’ Tapi beliau bilang, ‘Wah, Pak Menteri, kami tidak mau di bawah Menhan,'” ujar Prabowo menirukan ucapan yang diduga disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.
Pernyataan Prabowo ini disampaikan di hadapan sejumlah petinggi TNI dan Polri yang turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Lelucon tersebut disambut tawa oleh hadirin, menunjukkan suasana yang cair dan harmonis di antara kedua institusi pertahanan dan keamanan negara.
Lebih lanjut, Prabowo mengapresiasi sinergi yang telah terjalin erat antara TNI dan Polri, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. “Kita harus bersatu padu, jangan sampai ada gesekan-gesekan. Justru harus saling mendukung,” tegasnya.
Acara panen raya tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran para petinggi negara dalam acara ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan pertanian Indonesia.
