Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah keras telah meminta Bank Mandiri untuk memblokir rekening yang digunakan untuk penggalangan dana oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Bantahan ini muncul menyusul adanya laporan pemblokiran rekening donasi tersebut yang beredar di publik.
Menurut Kepala PPATK Ivan Yustiavandara, lembaganya tidak pernah mengeluarkan instruksi atau permintaan kepada pihak bank manapun, termasuk Bank Mandiri, untuk menghentikan transaksi atau memblokir rekening milik AMPB. “Kami tidak pernah meminta penghentian transaksi atau pemblokiran rekening AMPB,” tegas Ivan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/5/2024).
Sebelumnya, kabar mengenai pemblokiran rekening donasi AMPB mencuat setelah salah satu aktivis yang terlibat, Bagus, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa rekening yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat tersebut tiba-tiba diblokir oleh Bank Mandiri. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan advokasi dan perjuangan masyarakat Pati.
Bagus menjelaskan bahwa rekening yang diblokir tersebut merupakan rekening atas nama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Ia juga menyatakan bahwa proses penggalangan dana telah berjalan sesuai prosedur dan tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan. Pemblokiran mendadak ini menimbulkan pertanyaan dan kebingungan di kalangan anggota AMPB dan para donatur.
Pernyataan PPATK ini penting untuk mengklarifikasi peran lembaganya dalam isu pemblokiran rekening tersebut. PPATK memiliki kewenangan untuk meminta pemblokiran rekening jika terindikasi adanya transaksi keuangan mencurigakan yang berkaitan dengan tindak pidana, seperti pencucian uang atau pendanaan terorisme. Namun, dalam kasus AMPB, PPATK menegaskan tidak ada kaitan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut dari pihak Bank Mandiri mengenai alasan teknis atau prosedural di balik pemblokiran rekening donasi AMPB. Pihak AMPB sendiri berencana untuk terus menelusuri lebih lanjut mengenai status rekening mereka dan mencari solusi agar aktivitas penggalangan dana dapat kembali berjalan normal untuk mendukung perjuangan masyarakat Pati.
