Indonesia berpeluang besar mengoptimalkan potensi energi terbarukan melalui pengembangan biogas dari Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan energi bersih tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan nilai ekonomi dari sektor perkebunan sawit yang masif.
Potensi POME sebagai sumber biogas sangat signifikan. Dikatakan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, bahwa limbah cair kelapa sawit ini memiliki kandungan metana yang tinggi, menjadikannya bahan baku ideal untuk produksi biogas. “Potensi POME itu sangat besar. Kandungan metananya tinggi sehingga bisa dimanfaatkan menjadi biogas,” ujar Dadan Kusdiana dalam acara yang sama.
Lebih lanjut, Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa saat ini, baru sebagian kecil dari potensi tersebut yang dimanfaatkan. Diperkirakan, 10 dari 102 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Indonesia sudah memanfaatkan POME untuk menghasilkan biogas. Angka ini menunjukkan ruang ekspansi yang luas untuk pengembangan lebih lanjut. “Baru 10 PKS yang sudah memanfaatkan POME untuk biogas dari total 102 PKS yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Pemanfaatan POME menjadi biogas ini sejalan dengan target bauran energi nasional yang terus didorong oleh pemerintah. Selain itu, pengembangan biogas dari limbah sawit ini juga terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi petani kelapa sawit. Salah satu contoh sukses adalah PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang telah berhasil mengimplementasikan program biogas dari POME di beberapa unit usahanya. Melalui anak perusahaannya, PT Lestari Asri Jaya, ANJ mampu menghasilkan listrik sebesar 1.133.841 kWh dari biogas POME.
Manajer Lingkungan PT Lestari Asri Jaya, Nur Hidayat, memaparkan bahwa program biogas ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca tetapi juga memberikan penghematan biaya operasional. “Penggunaan biogas ini selain mengurangi emisi gas rumah kaca juga dapat menekan biaya operasional perusahaan,” ungkap Nur Hidayat. Ia menambahkan bahwa energi listrik yang dihasilkan dari biogas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Pemanfaatan biogas POME ini merupakan bukti nyata bagaimana limbah industri dapat diubah menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.
