PT PLN Indonesia Power (PLN EPI) menjalin kerja sama strategis dengan eFUELS SEA Pte. Ltd. untuk menjajaki potensi pengembangan rantai pasok hidrogen hijau yang akan menghubungkan Indonesia dan Singapura. Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan membuka peluang baru dalam transisi energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
MoU ini diteken oleh Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Prasetyo, dan CEO eFUELS SEA Pte. Ltd., Kazuhiro Matsumoto. Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada hari Selasa, 19 Maret 2024.
Fokus utama dari kemitraan ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai aspek yang berkaitan dengan produksi, logistik, dan distribusi hidrogen hijau. Diharapkan, kolaborasi ini dapat mendorong pemanfaatan sumber daya terbarukan di Indonesia sebagai basis produksi hidrogen hijau yang kemudian dapat disuplai ke Singapura, yang memiliki komitmen kuat untuk dekarbonisasi.
Iwan Agung Prasetyo menyatakan optimisme terhadap potensi kerja sama ini. “Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam energi hidrogen hijau di regional,” ujar Iwan Agung Prasetyo. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk produksi hidrogen hijau, sekaligus mendukung target net zero emission.
Sementara itu, Kazuhiro Matsumoto menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi dengan PLN EPI. “Kami sangat antusias dengan potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi produsen hidrogen hijau yang andal bagi Singapura dan kawasan ini,” kata Kazuhiro Matsumoto. Ia menekankan bahwa eFUELS SEA memiliki keahlian dalam teknologi hidrogen dan pengalaman dalam pengembangan proyek energi bersih, yang diharapkan dapat melengkapi kapabilitas PLN EPI.
Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal yang telah berlangsung sebelumnya. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan studi kelayakan mendalam, analisis pasar, serta identifikasi teknologi yang paling sesuai untuk membangun rantai pasok hidrogen hijau yang efisien dan berkelanjutan.
Pengembangan hidrogen hijau dipandang sebagai salah satu solusi kunci dalam upaya mengurangi emisi karbon di sektor industri dan transportasi. Melalui kolaborasi ini, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai penyedia energi bersih di kancah internasional, sementara Singapura dapat memperluas aksesnya terhadap sumber energi terbarukan yang vital bagi pencapaian target iklimnya.
