Saturday, 25 July 2026
BREAKING
BADMINTON

Piala Kapolri 2026: Polri dan PBSI Gelar Kejuaraan Bulutangkis Nasional untuk Pembinaan Atlet dan Personel

Oleh Wibowo July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026 siap mengguncang Jakarta mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Ajang prestisius ini akan digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan GOR Pondok Bambu, menandai kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Penyelenggaraan ini menegaskan komitmen Polri dalam pembinaan bulutangkis nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui olahraga.

Ricky Soebagdja, Sekretaris Jenderal PP PBSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, menyambut antusias kejuaraan ini. Ia menilai Piala Kapolri 2026 sebagai bukti nyata kepedulian Polri terhadap perkembangan bulutangkis Indonesia. “Kejuaraan ini merupakan wujud nyata perhatian Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap pembinaan bulutangkis di Tanah Air. Kami mengapresiasi komitmen Polri yang secara konsisten menghadirkan kejuaraan berkualitas sebagai wadah bagi atlet-atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi,” ujar Ricky.

Sebanyak 591 atlet dari 91 klub akan unjuk gigi dalam kejuaraan ini. Mereka akan berkompetisi di kategori kelompok umur pembinaan, meliputi pemula (U15), remaja (U17), dan taruna (U19), yang berasal dari peringkat satu hingga tiga puluh dua nasional. Lima sektor pertandingan yang akan memperebutkan gelar juara adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Selain kategori pembinaan, Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026 juga kembali menyertakan kategori khusus bagi personel Polri. Tahun ini, kategori tersebut mempertandingkan nomor Beregu Putra Polri dan Kelompok Difabel. Untuk nomor Beregu Putra Polri, formatnya menggunakan tiga partai ganda putra dengan pembagian usia: satu partai dengan total usia minimal 85 tahun, satu partai dengan total usia minimal 60 tahun, dan satu partai usia bebas. Sementara itu, kelompok difabel akan bersaing dalam enam nomor, termasuk tunggal putra dan putri untuk berbagai klasifikasi seperti WH1/WH2 (combined), SL3, SL4, SU5, serta SH6 (combined).

Ricky Soebagdja menambahkan, “Kami memberikan apresiasi kepada Kepolisian RI yang tidak hanya terus menggelar kompetisi bagi atlet usia pembinaan dan personel Polri, tetapi juga menghadirkan kelompok difabel dalam penyelenggaraan tahun ini. Langkah ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun bulutangkis yang semakin inklusif serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap atlet untuk berprestasi.”

Lebih lanjut, Ricky berharap Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026 dapat menjadi sarana efektif dalam pembinaan prestasi, meningkatkan kebugaran personel Polri, serta memperkuat semangat sportivitas dan kebersamaan. “Kami berharap melalui kejuaraan ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia terus berkontribusi dalam pembinaan bulutangkis nasional, meningkatkan prestasi olahraga, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di lingkungan Polri. Di sisi lain, kejuaraan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, PBSI, dan masyarakat dalam memajukan bulutangkis Indonesia,” pungkasnya.

Masyarakat dan para pecinta bulutangkis diundang untuk menyaksikan langsung seluruh pertandingan di GOR UNJ dan GOR Pondok Bambu, memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pebulutangkis potensial Indonesia melalui persaingan ketat antar ratusan atlet dari berbagai klub.

Keberhasilan penyelenggaraan Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026 ini merupakan hasil sinergi antara Polri dan PP PBSI, didukung oleh berbagai sponsor terkemuka seperti BRI, MAYORA, YONEX – SUNRISE, KAPAL API GROUP, COMO, FIF, WINN GAS, DEPOT SAMEEN, dan BTN.

Bagikan: Facebook X WhatsApp