Saturday, 8 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Petani Sawit Jambi Tolak Moratorium PKS Baru, Usulkan Kemitraan sebagai Solusi

Oleh Yohanes August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Para petani kelapa sawit di Provinsi Jambi, melalui organisasi Persatuan Pemilik Sawit Swadaya (POPSI) dan Jaringan Petani Sawit Nusantara (JPSN) Provinsi Jambi, menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jambi untuk menerapkan moratorium pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru. Sikap ini dilontarkan menyusul adanya usulan moratorium yang bertujuan untuk menata kembali industri kelapa sawit di wilayah tersebut.

Ketua POPSI Provinsi Jambi, M. Yunus, menyatakan bahwa kebijakan moratorium pembangunan PKS baru dinilai tidak sejalan dengan aspirasi para petani sawit swadaya. Menurutnya, penolakan ini didasari oleh kekhawatiran bahwa moratorium tersebut justru akan menghambat perkembangan dan kesejahteraan petani. Ia berpendapat bahwa solusi yang lebih tepat adalah dengan melakukan penataan industri sawit yang berbasis pada kemitraan yang adil antara petani, perusahaan, dan pemerintah.

“Kami menolak moratorium pembangunan pabrik kelapa sawit baru. Kami lebih sepakat jika ada penataan yang berbasis kemitraan,” tegas M. Yunus dalam sebuah kesempatan. Pernyataan ini menggarisbawahi keinginan para petani untuk dilibatkan secara aktif dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan sektor sawit, serta menekankan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan.

Senada dengan POPSI, JPSN Provinsi Jambi juga menyuarakan hal serupa. Organisasi ini berpandangan bahwa daripada melakukan moratorium, pemerintah sebaiknya fokus pada upaya penguatan kemitraan antara petani sawit swadaya dengan perusahaan perkebunan besar. Kemitraan yang kuat dianggap mampu menjadi pondasi untuk penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi sektor sawit, termasuk isu keberlanjutan dan peningkatan nilai tambah produk sawit.

Pihak petani berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka dan merumuskan kebijakan yang lebih inklusif. Mereka mengusulkan agar setiap rencana pembangunan PKS baru dapat dievaluasi secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi petani sawit lokal. Selain itu, transparansi dalam proses perizinan dan pengelolaan industri sawit juga menjadi poin penting yang disuarakan oleh para petani. Dengan demikian, diharapkan sektor kelapa sawit di Jambi dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya para petani.

Bagikan: Facebook X WhatsApp