PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan adanya penyesuaian harga untuk produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yaitu Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo. Perubahan harga ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Agustus 2026.
Dalam keterangan resminya, perusahaan menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap harga BBM nonsubsidi. “Penyesuaian ini merupakan komitmen kami untuk terus menyediakan pilihan energi yang kompetitif bagi masyarakat,” ujar Ir. Taufik Adhi, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Patra Niaga, dalam siaran pers yang diterima pada Senin (31/7/2026).
Harga baru untuk Pertamax akan menjadi Rp 12.500 per liter, turun dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 13.000 per liter. Sementara itu, Pertamax Green yang memiliki kandungan biofuel sebesar 5% akan dijual dengan harga Rp 13.500 per liter, mengalami penurunan Rp 500 dari harga sebelumnya. Untuk Pertamax Turbo, harga yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 adalah Rp 14.000 per liter, juga mengalami penurunan.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penyesuaian harga ini tidak berlaku untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar. “Kami memahami pentingnya ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, harga Pertalite dan Bio Solar tetap sama dan terus disubsidi oleh pemerintah sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” jelas Taufik Adhi.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing demi menjaga performa mesin dan kelestarian lingkungan. Informasi lebih lanjut mengenai harga BBM dapat diakses melalui situs resmi Pertamina atau melalui aplikasi MyPertamina.
