PT Pertamina (Persero) secara tegas menyatakan kesiapannya untuk memimpin pengembangan ekosistem teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) serta penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage/CCUS) di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan mencapai target net zero emission nasional.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Pertamina menggarisbawahi perannya sebagai motor penggerak dalam membangun infrastruktur dan kapabilitas yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan teknologi CCS/CCUS secara masif di tanah air. Hal ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri energi bersih di masa depan.
Perusahaan energi pelat merah ini telah menunjukkan progres signifikan dalam beberapa proyek percontohan. Salah satu yang menonjol adalah proyek CCS/CCUS di Lapangan Gundih, Blora, Jawa Tengah, yang telah berhasil melakukan injeksi CO2 perdana pada 27 September 2023. Proyek ini menjadi tonggak sejarah penting, menandai keberhasilan implementasi teknologi CCS di Indonesia dalam skala komersial.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyampaikan optimisme terkait potensi besar teknologi ini. “Kami optimistis bahwa potensi besar CCS/CCUS di Indonesia dapat dioptimalkan untuk mendukung target net zero emission, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Nicke Widyawati. Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek Gundih memberikan pelajaran berharga dan fondasi kuat untuk pengembangan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Pertamina juga tengah menjajaki potensi pengembangan CCS/CCUS di wilayah kerja lain, termasuk Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Jawa Timur, dan Lapangan Tangguh, Papua Barat. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi kunci dalam mengakselerasi adopsi teknologi ini. Pertamina secara aktif menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan global yang memiliki keahlian di bidang CCS/CCUS, serta lembaga riset dan akademisi.
Pengembangan ekosistem CCS/CCUS ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mencakup aspek regulasi, pendanaan, dan sumber daya manusia. Pertamina berupaya mendorong terciptanya kerangka regulasi yang kondusif untuk investasi di sektor CCS/CCUS, serta mempersiapkan tenaga kerja terampil yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi ini di masa depan. Komitmen Pertamina dalam memimpin pengembangan CCS/CCUS di Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan perekonomian nasional.
