Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

Persebaya Surabaya Terpaksa Jalani Perjalanan Darat-Laut-Darat Pascaterdampak Erupsi Anak Krakatau

Oleh Emanuel September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Persebaya Surabaya mengalami imbas signifikan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepulangan tim berjuluk Green Force dari Lampung setelah melakoni laga tandang harus diwarnai perjalanan ekstra panjang dan melelahkan. Kondisi ini memaksa mereka untuk memanfaatkan kombinasi moda transportasi darat, laut, dan kereta api.

Keputusan untuk mengubah rute perjalanan ini diambil lantaran erupsi yang terjadi menyebabkan gangguan pada transportasi udara, khususnya di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik. Pihak manajemen Persebaya, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, memutuskan opsi teraman dan paling memungkinkan adalah dengan menempuh jalur non-udara.

Tim telah menghentikan penerbangan mereka dari Lampung. “Kami terpaksa harus mengubah rencana kepulangan kami karena situasi ini,” ujar salah satu perwakilan manajemen Persebaya yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya perubahan drastis dalam jadwal kepulangan tim. Ia menambahkan bahwa keselamatan pemain dan staf adalah prioritas utama.

Perjalanan panjang ini dimulai dengan kembali menggunakan jalur darat dari lokasi pertandingan di Lampung menuju pelabuhan. Dari sana, tim akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut untuk menyeberang. Setelah tiba di daratan Jawa, tahapan terakhir yang harus ditempuh adalah menggunakan moda transportasi kereta api untuk kembali ke Surabaya.

Perubahan rute ini tentu saja menambah durasi perjalanan secara signifikan. Jika biasanya perjalanan pulang dari Lampung ke Surabaya dapat ditempuh dengan penerbangan singkat, kali ini Persebaya harus menghadapi perjalanan yang memakan waktu berjam-jam, bahkan mungkin lebih dari satu hari penuh. Hal ini juga berpotensi mengganggu jadwal latihan dan pemulihan pemain sebelum menghadapi pertandingan selanjutnya.

Manajemen Persebaya dilaporkan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi untuk memastikan kelancaran perjalanan darat, laut, dan kereta api ini. Meskipun penuh tantangan, prioritas utama tetap pada keselamatan seluruh rombongan tim agar dapat kembali ke Surabaya dengan selamat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp