Layanan penyeberangan antara Pelabuhan Merak, Banten, dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, dipastikan tetap beroperasi normal meskipun Gunung Anak Krakatau telah ditetapkan berstatus Siaga III. Keputusan ini diambil dengan tetap mengutamakan keselamatan, terutama bagi para pengguna jasa pelayaran.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak Kamis, 13 April 2023. Keputusan ini didasarkan pada peningkatan aktivitas vulkanik yang teramati.
Menyikapi kondisi ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak mengimbau seluruh kapal yang melintasi Selat Sunda untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Kapal-kapal diminta untuk menjaga jarak aman, dengan membatasi operasionalnya dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat aktivitas gunung berapi tersebut.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Suharto, menyatakan bahwa hingga kini, operasional penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan seperti biasa. Belum ada penyesuaian jadwal atau penutupan layanan yang diberlakukan. “Kita tetap beroperasi normal, namun kita minta agar rekan-rekan kapal yang berlayar di sekitar Selat Sunda ini untuk lebih waspada, terutama radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” ujar Suharto.
Peningkatan status menjadi Siaga III ini merupakan respons terhadap pengamatan ilmiah yang menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memberikan rekomendasi terkait keselamatan penerbangan dan pelayaran di sekitar wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
