Perempuan memegang peranan penting dalam mewujudkan transisi energi bersih yang inklusif di Indonesia. Kebutuhan transisi energi tidak hanya terbatas pada aspek teknis seperti teknologi, investasi, dan kebijakan, melainkan juga sangat bergantung pada partisipasi aktif sumber daya manusia, termasuk perempuan.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) yang diselenggarakan oleh Energy Watch pada 16-17 November 2023. Dadan menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam sektor energi bersih.
Menurut Dadan, perempuan dapat berkontribusi dalam berbagai tingkatan, mulai dari pengambilan keputusan di tingkat strategis hingga implementasi di lapangan. “Perempuan bisa menjadi pengambil kebijakan, bisa menjadi peneliti, bisa menjadi teknisi, bisa menjadi wirausahawan di sektor energi terbarukan,” ujar Dadan Kusdiana saat memberikan sambutan pada ISEW 2023 di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Dalam konteks transisi energi, keberadaan perempuan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu membawa perspektif unik dan solusi inovatif. Mereka dapat mendorong adopsi energi bersih di tingkat rumah tangga, komunitas, hingga skala industri. Selain itu, keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek energi terbarukan dapat memastikan bahwa manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Energy Watch, sebagai penyelenggara ISEW 2023, turut menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam sektor energi. Acara ini menjadi platform untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam berkontribusi pada energi bersih. Melalui berbagai sesi diskusi dan pemaparan, diharapkan kesadaran akan peran vital perempuan semakin meningkat dan langkah konkret untuk mendukung partisipasi mereka dapat terwujud.
Lebih lanjut, Dadan Kusdiana menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perempuan di sektor energi. “Kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan untuk berpartisipasi aktif dan memimpin dalam transisi energi,” pungkasnya. Dengan demikian, Indonesia dapat mempercepat langkahnya menuju masa depan energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan adil bagi semua.
