Pengguna chatbot Claude menghadapi kekhawatiran privasi setelah percakapan mereka yang dibagikan melalui fitur ‘share links’ ditemukan muncul dalam hasil pencarian Google. Fenomena ini terungkap akhir pekan lalu, memicu diskusi luas mengenai keamanan data dalam interaksi dengan kecerdasan buatan.
Sebuah postingan viral di Reddit pada Sabtu (tanggal tidak disebutkan dalam sumber) menyoroti bagaimana pengguna dapat menemukan percakapan Claude secara langsung melalui Google. Caranya, dengan menambahkan ‘site:claude.ai/share’ pada kueri pencarian, memungkinkan siapa saja untuk mengakses transkrip obrolan yang sebelumnya dibagikan oleh pengguna lain. Laporan dari Cyber Security News mengonfirmasi bahwa berbagai jenis percakapan, mulai dari diskusi strategi hukum oleh pengacara, pemecahan masalah teknis oleh insinyur, hingga curahan masalah pribadi, bisa saja terekspos.
Menanggapi laporan ini, Anthropic, pengembang Claude, bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Perusahaan dilaporkan telah memperbaiki celah yang memungkinkan indeksasi percakapan ini. Saat ini, pencarian menggunakan kueri yang sama tidak lagi menghasilkan percakapan Claude, menandakan bahwa masalah tersebut telah ditangani dan percakapan di masa mendatang seharusnya lebih aman.
Perlu dicatat bahwa masalah ini utamanya berkaitan dengan fitur ‘share links’ yang secara otomatis dibuat oleh Claude ketika pengguna memilih untuk membagikan percakapan. Namun, ada kemungkinan bahwa tidak semua percakapan yang terekspos berasal dari pengguna yang secara sengaja membagikannya. Kejadian serupa pernah terjadi pada September lalu, di mana setidaknya satu pengguna yang terdampak menyatakan tidak pernah menggunakan fitur berbagi percakapan.
Lebih luas lagi, insiden ini kembali mengingatkan bahwa percakapan dengan chatbot AI, termasuk Claude, tidak dapat diasumsikan sepenuhnya privat. Meskipun pengguna tidak menggunakan fitur berbagi, data percakapan umumnya dibagikan dengan penyedia layanan AI untuk keperluan pelatihan model di masa mendatang, kecuali jika pengguna secara eksplisit menolak opsi tersebut. Anthropic, misalnya, menyimpan data percakapan selama 30 hari setelah percakapan dihapus.
Fenomena paparan data percakapan AI ini bukan hanya terjadi pada Claude. ChatGPT juga pernah mengalami masalah serupa pada Agustus lalu. Para ahli menyarankan pengguna untuk berhati-hati dan tidak pernah membagikan informasi pribadi atau sensitif, termasuk data kesehatan, saat berinteraksi dengan chatbot AI, meskipun alat ini menawarkan kemudahan dan kegunaan yang signifikan.
