Ribuan warga dan turis memadati kota Bunol, Spanyol, pada Rabu (26/8) untuk merayakan tradisi tahunan ‘La Tomatina’. Festival unik ini kembali digelar, mengubah jalanan kota menjadi arena ‘pertempuran’ seru dengan jutaan tomat.
Acara yang telah mendunia ini melibatkan ribuan peserta yang saling melempar tomat satu sama lain. Suasana meriah dan penuh tawa mewarnai setiap sudut kota Bunol saat festival berlangsung. Tradisi ini bukan sekadar permainan, melainkan sebuah perayaan budaya yang telah diakui secara internasional.
La Tomatina, yang dikenal sebagai festival perang tomat terbesar di dunia, diadakan setiap tahun pada hari Rabu terakhir bulan Agustus. Tahun ini, kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian ribuan orang dari berbagai penjuru dunia yang ingin merasakan langsung kemeriahan dan keunikan tradisi ini.
Festival dimulai tepat pukul 11 pagi waktu setempat, setelah satu kali tembakan meriam yang menandakan dimulainya perang tomat. Selama kurang lebih satu jam, jalanan Bunol dipenuhi oleh lautan tomat yang dilempar dari berbagai arah. Para peserta, yang mengenakan pakaian seadanya, terlihat menikmati setiap momen dengan penuh antusiasme.
Sebelum perang tomat dimulai, sebuah tradisi unik yang disebut ‘palo jabรณn’ juga digelar. Peserta harus memanjat tiang licin yang dilumuri sabun untuk mengambil hadiah di puncaknya. Meskipun sulit, beberapa peserta berhasil menaklukkan tantangan ini sebelum perang tomat sesungguhnya dimulai.
Panitia telah menyiapkan sekitar 150.000 kilogram tomat segar yang diangkut menggunakan puluhan truk. Tomat-tomat ini sengaja didatangkan dari daerah Estremadura dan dibeli dari perusahaan yang tidak mampu menjualnya karena kualitasnya yang kurang baik untuk dikonsumsi.
Petugas keamanan dan tim medis disiagakan di berbagai titik untuk memastikan keamanan dan kesehatan para peserta. Setelah satu jam berlangsung, meriam kembali ditembakkan sebagai tanda berakhirnya festival. Jalanan kota yang tadinya dipenuhi tomat, kemudian dibersihkan oleh petugas kebersihan.
Seorang peserta, Maria Rodriguez, asal Indonesia, mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam La Tomatina tahun ini. “Ini pengalaman yang luar biasa! Seru sekali bisa saling lempar tomat dengan ribuan orang dari berbagai negara. Saya pasti akan kembali lagi tahun depan,” ujarnya dengan antusias.
La Tomatina pertama kali diadakan pada tahun 1945. Awalnya, festival ini hanya diikuti oleh segelintir warga lokal yang iseng saling melempar tomat dari sebuah kios pasar. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus berkembang hingga menjadi salah satu festival paling terkenal di Spanyol dan bahkan di dunia.
