Meskipun Amerika Serikat merupakan mitra dagang yang jauh lebih besar, Kanada tidak boleh diremehkan dalam eskalasi perang dagang yang semakin memanas. Kekuatan ekonomi dan posisi strategis Kanada memberikan modal untuk merespons kebijakan proteksionisme Washington.
Ketegangan perdagangan antara kedua negara tetangga ini semakin meningkat, dipicu oleh tarif balasan yang diberlakukan oleh kedua belah pihak. Amerika Serikat telah memberlakukan tarif baru pada produk-produk baja dan aluminium Kanada, yang kemudian dibalas oleh Kanada dengan tarif serupa pada berbagai barang ekspor AS. Tindakan ini merupakan respons langsung terhadap kebijakan tarif AS yang dianggap merugikan industri domestik Kanada.
Meskipun AS memiliki skala ekonomi yang jauh lebih besar, Kanada memiliki posisi tawar yang unik. Hubungan dagang yang erat dan saling ketergantungan membuat kedua negara sulit untuk sepenuhnya mengabaikan dampak dari perang dagang ini. Kanada bisa saja menargetkan sektor-sektor tertentu di AS yang sangat bergantung pada pasokan dari Kanada, seperti otomotif atau pertanian. Dengan demikian, Kanada dapat memberikan tekanan balik yang signifikan.
Sebagai contoh, pada tahun 2022, total perdagangan barang dan jasa antara Kanada dan Amerika Serikat mencapai angka fantastis sebesar 906,5 miliar dolar Kanada. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya hubungan ekonomi kedua negara. Setiap gangguan dalam aliran perdagangan ini akan dirasakan oleh kedua belah pihak, meskipun dampaknya mungkin tidak proporsional.
Lebih lanjut, Kanada memiliki kemampuan untuk mencari diversifikasi pasar dan memperkuat hubungan dagang dengan negara lain. Meskipun AS tetap menjadi pasar ekspor terbesar, Kanada secara aktif menjajaki peluang di Uni Eropa, Asia, dan kawasan lainnya. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada satu pasar, tetapi juga memberikan Kanada lebih banyak fleksibilitas dalam negosiasi perdagangan di masa depan.
Selain itu, Kanada juga memiliki alat kebijakan lain yang dapat digunakan, seperti perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral yang telah ditandatanganinya. Perjanjian-perjanjian ini dapat memberikan kerangka kerja untuk penyelesaian sengketa dan melindungi kepentingan Kanada dari tindakan perdagangan yang dianggap tidak adil. Dengan demikian, Kanada memiliki berbagai opsi untuk mempertahankan diri dan merespons dalam perang dagang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
