Pengguna Smart Glasses Meta Harus Bayar Langganan untuk Fitur Conversation Focus

Heni Maulidya

Meta secara resmi menerapkan batasan penggunaan atau paywall pada salah satu fitur unggulan di kacamata pintar Ray-Ban dan Oakley miliknya. Pengguna kini tidak lagi bisa menikmati fitur Conversation Focus secara bebas seperti sebelumnya.

Fitur Conversation Focus berfungsi meningkatkan kualitas audio dengan cara mengisolasi suara lawan bicara serta meredam kebisingan di sekitar. Kemampuan ini sangat membantu pengguna dalam situasi ramai, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran ringan.

Berdasarkan kebijakan baru yang berlaku per 1 Juli 2026, pengguna kini dibatasi hanya dapat mengakses fitur tersebut selama tiga jam dalam satu bulan. Jika ingin mendapatkan durasi lebih lama, pengguna diwajibkan berlangganan paket Meta One Premium seharga 20 dolar AS per bulan.

Dengan membayar biaya langganan tersebut, pengguna akan mendapatkan kuota akses sebanyak 15 jam setiap bulan. Namun, Meta tidak menyediakan fasilitas sisa kuota yang bisa diakumulasi ke bulan berikutnya.

Keputusan Meta ini memicu kekecewaan bagi banyak pemilik kacamata pintar. Pasalnya, teknologi Conversation Focus sebenarnya bekerja sepenuhnya menggunakan perangkat keras pada kacamata itu sendiri.

Proses pengolahan suara dilakukan secara lokal tanpa memerlukan bantuan server awan atau kecerdasan buatan eksternal. Fitur ini bahkan tetap berfungsi dengan baik meskipun kacamata dalam kondisi luring atau tidak terhubung ke internet.

Banyak pihak menilai pembatasan ini sebagai langkah yang tidak adil. Pengguna merasa dipaksa membayar biaya tambahan untuk fitur yang sudah seharusnya menjadi bagian dari perangkat keras yang telah mereka beli dengan harga ratusan dolar.

Meta sebenarnya menawarkan paket langganan Meta One tingkat dasar seharga 7,99 dolar AS per bulan. Sayangnya, paket tersebut tidak mencakup penambahan kuota untuk fitur Conversation Focus pada kacamata pintar.

Kebutuhan akan kuota tambahan ini sengaja dikunci di balik paket langganan Premium yang paling mahal. Strategi ini diduga kuat merupakan upaya Meta untuk mendorong pengguna agar masuk ke dalam ekosistem langganan kecerdasan buatan mereka secara lebih luas.

Paket Premium tersebut juga menawarkan fitur lain seperti Thinking Mode yang memberikan jawaban lebih detail untuk tugas kompleks. Selain itu, ada peningkatan limit pembuatan gambar dan video berbasis AI di platform Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp.

Namun, bagi pemilik kacamata yang hanya ingin mendapatkan pengalaman mendengar lebih jernih, berbagai fitur tambahan tersebut dinilai kurang relevan. Meta tampaknya lebih mengutamakan integrasi ekosistem AI dibandingkan memberikan akses fitur yang memang menjadi keunggulan utama perangkat keras mereka.

Situasi ini membuat para pengguna mulai melirik produk kacamata pintar alternatif lainnya di pasaran. Kini, banyak konsumen mempertimbangkan perangkat dari produsen lain yang tidak menerapkan sistem paywall untuk fitur esensial pada perangkat wearable mereka.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All