Jakarta menjadi saksi pertemuan unik dua kisah kemerdekaan pada Agustus 1945. Pameran bertajuk “My Wish, Our Wish” yang digelar di Museum Nasional memamerkan kesamaan mendalam antara perjuangan bangsa Indonesia dan Korea Selatan dalam meraih kedaulatan. Perbedaan waktu proklamasi yang hanya dua hari menggarisbawahi resonansi sejarah kedua negara Asia Timur dan Tenggara ini.
Pameran ini menghadirkan koleksi arsip dan artefak yang menceritakan momen-momen krusial menjelang dan pasca-proklamasi kemerdekaan masing-masing negara. Pengunjung dapat melihat langsung salinan naskah proklamasi Indonesia yang dibacakan pada 17 Agustus 1945, serta dokumen-dokumen penting lainnya yang menandai lahirnya negara.
Sementara itu, dari sisi Korea Selatan, pameran ini menampilkan berbagai materi yang menggambarkan perjuangan mereka melawan penjajahan Jepang dan upaya pembentukan negara yang merdeka. Meskipun konteks sejarah spesifiknya berbeda, semangat juang dan aspirasi untuk menentukan nasib sendiri menjadi benang merah yang kuat antara kedua bangsa.
Salah satu kurator pameran, Dr. Kim Min-jun, menyatakan kekagumannya terhadap paralel sejarah ini. “Sungguh luar biasa melihat bagaimana dua bangsa, yang terpisah secara geografis, memiliki cita-cita yang begitu mirip dalam mencapai kemerdekaan di bulan yang sama di tahun yang sama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pameran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman antarbudaya dan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.
Pameran “My Wish, Our Wish” tidak hanya berfokus pada aspek politis, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan budaya dari perjuangan kemerdekaan. Melalui pameran foto, surat-surat pribadi, dan rekaman suara, pengunjung diajak untuk merasakan emosi dan harapan rakyat kedua negara pada masa-masa genting tersebut. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
Pihak Museum Nasional menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. “Kami bangga bisa menjadi tuan rumah bagi pameran yang sangat bermakna ini,” kata Direktur Museum Nasional, Dr. Sri Lestari. “Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang Korea Selatan, dan sebaliknya, serta mengenali kesamaan fundamental yang menghubungkan kita.” Pameran ini akan berlangsung hingga akhir September 2023, membuka pintu bagi lebih banyak pengunjung untuk menyelami kisah inspiratif dua negara merdeka ini.
