Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memiliki jaminan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih stabil. PT Pertamina (Persero) secara resmi menambah armada mobil tangki di wilayah tersebut, sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi dan menormalkan penyaluran BBM, terutama menjelang periode puncak konsumsi.
Penambahan armada ini merupakan respons Pertamina terhadap kebutuhan yang terus meningkat dan upaya memastikan ketersediaan BBM di seluruh penjuru Flores. Dengan tambahan belasan unit mobil tangki, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan lebih efisien dan menjangkau masyarakat luas tanpa hambatan.
Upaya ini sangat krusial mengingat Flores merupakan salah satu pulau besar di NTT dengan mobilitas tinggi, baik untuk kebutuhan transportasi darat maupun aktivitas ekonomi lainnya. Ketersediaan BBM yang memadai menjadi kunci kelancaran berbagai sektor tersebut. Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga pasokan agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat dan perekonomian lokal.
Secara terperinci, penambahan armada mobil tangki ini mencakup belasan unit yang siap dioperasikan. Jumlah ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan riil di lapangan dan proyeksi konsumsi BBM di Flores. Dengan penambahan ini, Pertamina dapat mengoptimalkan jadwal pengiriman, mengurangi waktu tunggu di setiap titik distribusi, serta memastikan stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu dalam kondisi aman.
General Manager Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua, Eldy Hendra, menyatakan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi di seluruh wilayah operasinya. “Kami terus berupaya memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat. Penambahan mobil tangki di Flores ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk melayani kebutuhan energi di daerah yang menjadi prioritas,” ujar Eldy Hendra. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga sejalan dengan upaya Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
Selain penambahan armada, Pertamina juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap stok dan penyaluran BBM di lapangan. Sistem monitoring yang terintegrasi memungkinkan Pertamina untuk mendeteksi dini potensi kendala dan mengambil tindakan korektif dengan cepat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga terus ditingkatkan untuk memastikan penyaluran BBM sesuai dengan kuota yang ditetapkan dan mencegah penyelewengan.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Pertamina berharap dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat Flores terkait pasokan BBM. Ketersediaan BBM yang stabil diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan menjaga roda perekonomian daerah tetap berputar.
