Dua warga negara Meksiko ditangkap oleh polisi Afrika Selatan setelah berhasil mengungkap sebuah laboratorium narkoba berskala besar yang beroperasi di sebuah peternakan. Operasi penggerebekan yang dilakukan semalam ini berhasil membongkar sindikat narkoba bernilai jutaan dolar.
Laboratorium ilegal tersebut ditemukan di sebuah peternakan yang berlokasi di dekat perbatasan dengan Zimbabwe. Penemuan ini merupakan hasil dari kerja sama intensif antara berbagai unit kepolisian, yang berhasil melacak aktivitas mencurigakan di area tersebut.
Menurut juru bicara Kepolisian Afrika Selatan, Kolonel Priscilla Naidu, penggerebekan dilakukan pada Kamis malam (23/5/2024). “Kami berhasil mengamankan dua tersangka warga negara Meksiko di lokasi kejadian,” ujar Kolonel Naidu dalam keterangan persnya. Ia menambahkan bahwa kedua tersangka tersebut diduga kuat terlibat dalam produksi dan distribusi narkoba jenis metamfetamin (sabu-sabu).
Selain mengamankan dua tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah besar barang bukti. Barang bukti tersebut meliputi ratusan kilogram bahan baku narkoba, peralatan produksi, serta sejumlah besar metamfetamin siap edar. Nilai keseluruhan dari barang bukti yang disita diperkirakan mencapai jutaan dolar, menegaskan skala operasi yang sangat besar.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap jaringan sindikat narkoba ini. “Kami sedang berupaya untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku lain yang mungkin terlibat dalam jaringan ini, baik di dalam maupun di luar Afrika Selatan,” jelas Kolonel Naidu. Pengungkapan laboratorium narkoba ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba di negara tersebut.
Penangkapan dan penyitaan ini diharapkan dapat memberikan pukulan telak bagi sindikat narkoba internasional yang diduga menggunakan wilayah Afrika Selatan sebagai basis operasinya. Pihak berwenang akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbatasan, untuk mencegah masuknya bahan baku narkoba dan peredaran barang terlarang.
