Serial komedi ikonik ‘The Office’ yang berakhir pada tahun 2013, terus memikat hati penonton di seluruh dunia. Berkat penayangan ulang yang tak henti-hentinya dan ketersediaannya di berbagai platform streaming, ‘The Office’ telah menjadi fenomena budaya. Bagi Anda yang sudah menyelesaikan marathon keenam kalinya dan mencari tontonan serupa, ‘David Brent: Life on the Road’ adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.
Bagi penggemar setia ‘The Office’, versi asli dari Inggris yang diciptakan oleh Ricky Gervais, tentu sudah tidak asing lagi dengan karakter David Brent. Brent, yang diperankan oleh Gervais, memiliki kemiripan dengan Michael Scott versi Amerika, namun dengan sentuhan yang sedikit lebih ‘keras’. Film ‘David Brent: Life on the Road’ melanjutkan kisah Brent setelah serial berakhir.
Dalam film ini, David Brent tidak lagi menjabat sebagai bos. Ia kini bekerja sebagai tenaga penjualan dan merasakan pahitnya posisi yang dulu ia berikan kepada karyawannya: merasa tidak puas dengan pekerjaan dan diperlakukan buruk oleh rekan kerja. Alih-alih merenung, Brent justru mengambil langkah nekat untuk mengejar impian menjadi bintang musik. Ia menguras dana pensiunnya untuk menyewa band dan melakukan tur singkat di masa liburannya.
Meskipun tidak banyak adegan perkantoran di ‘David Brent: Life on the Road’, film ini tetap mempertahankan gaya komedi canggung yang menjadi ciri khas ‘The Office’. Brent ditampilkan dengan sifatnya yang bombastis, kurang sadar diri, dan terlalu percaya diri seperti biasa. Namun, seiring berjalannya cerita, Brent perlahan-lahan mulai menunjukkan sisi manusianya, belajar membangun koneksi antarmanusia yang tulus. Film ini dipenuhi dengan momen-momen yang memalukan sekaligus lucu, disajikan dalam format mockumentary yang sama seperti serial aslinya dan adaptasi Amerika.
Bagi Anda yang mencari tontonan untuk mengisi kekosongan selagi menunggu kesempatan untuk menonton ulang ‘The Office’, film ini adalah pilihan yang sempurna. ‘David Brent: Life on the Road’ dapat disaksikan di Netflix.
Jika selera Anda mengarah pada komedi bertema perkantoran atau mockumentary dengan sentuhan cringe comedy, berikut beberapa rekomendasi film lain yang akan disukai penggemar ‘The Office’:
Office Space (1999): Film ini dengan cerdik menggambarkan kejenuhan dan kehinaan dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari. Jika Anda menyukai dinamika antar rekan kerja dan perselisihan kecil yang mendominasi kehidupan kantor, cerita tentang seorang pria yang memutuskan pekerjaannya tidak lagi penting dan terseret dalam skema kejahatan yang absurd ini sangat ideal. Film ini menggali apa yang kita tawarkan kepada perusahaan, kemarahan yang bisa timbul dari bekerja, dan absurditas kehidupan kantor yang lucu. ‘Office Space’ dapat disewa di Prime Video.
The Apartment (1960): Budaya perusahaan dan pengaruhnya yang mengubah sifat manusia telah lama menjadi subjek komedi. Film klasik arahan Billy Wilder ini masih relevan hingga kini. Jack Lemmon berperan sebagai karyawan kantor yang ambisius dan sering dimanfaatkan, yang membiarkan para eksekutif menggunakan apartemennya sebagai tempat persinggahan untuk urusan perselingkuhan kantor. Film ini adalah satir tentang budaya korporat sekaligus cerita cinta. Penggemar ‘The Office’ masa kini akan menemukan banyak lelucon yang masih relevan. ‘The Apartment’ dapat disiarkan di Kanopy atau Tubi, atau disewa di Prime Video.
Clockwatchers (1997): Film ini menawarkan jenis humor yang berbeda dan menjelajahi pengalaman kerja yang kini jarang ditemui, yaitu pekerja kontrak jangka panjang. Jika bagian favorit Anda dari ‘The Office’ adalah cara serial ini mengkritik budaya kerja dan dinamika kantor, maka film ini cocok untuk Anda. Toni Collette memerankan Iris, seorang wanita muda yang memulai pekerjaan kontrak di sebuah perusahaan keuangan. Ia berteman dengan pekerja kontrak lainnya (termasuk Parker Posey dan Lisa Kudrow yang luar biasa) dan merasakan tekanan serta kelucuan gelap di kantor tersebut. Siapa pun yang terjebak dalam pekerjaan tanpa prospek akan memahami kegilaan unik yang terjadi, yang menjadi inti kelucuan film ini. ‘Clockwatchers’ dapat disiarkan di Hoopla, atau Tubi, atau disewa di Prime Video.
Office Christmas Party (2016): Apakah episode favorit Anda dari ‘The Office’ adalah saat tatanan normal runtuh dan kekacauan mengambil alih, seperti episode pesta Natal, adegan latihan pemadam kebakaran, atau Olimpiade kantor? Maka Anda harus menonton ‘Office Christmas Party’. Sebuah kantor yang sedang berjuang diperintahkan untuk membatalkan bonus dan pesta liburan mereka, namun CTO dan manajer cabang tetap melanjutkan pesta demi mendapatkan klien besar. Frasa ‘kekacauan terjadi’ bahkan tidak cukup untuk menggambarkan peristiwa yang menyusul, termasuk kerusakan properti yang meluas, penangkapan, dan beberapa korban luka. Jika perang lelucon Dwight dan Jim serta kecenderungan Michael untuk berlebihan adalah bagian terbaik dari acara tersebut bagi Anda, Anda akan menyukai film ini. ‘Office Christmas Party’ dapat disiarkan di Paramount+ atau disewa di Prime Video.
Waiting for Guffman (1997): Jika Anda menyukai format mockumentary yang disempurnakan oleh ‘The Office’, ‘Waiting for Guffman’ adalah pilihan yang tepat. Film ini bercerita tentang sebuah kelompok teater komunitas yang merencanakan pertunjukan untuk peringatan 150 tahun kota, dipimpin oleh sutradara Corky St. Clair yang intens (diperankan oleh Christopher Guest). Film ini menangkap pendekatan Michael Scott yang tidak menyadari diri dalam memimpin tim dan keterampilan komedi improvisasinya, saat orang-orang aneh yang menghuni komunitas Blaine, Missouri, bersatu untuk menyajikan pertunjukan yang jauh lebih berkesan daripada bagus. ‘Waiting for Guffman’ dapat disewa di Prime Video.
