Duane Davis, salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan rapper legendaris Tupac Shakur, dilaporkan telah mengaku kepada polisi pada tahun 2008 bahwa keponakannya adalah pelaku penembakan fatal tersebut. Pengakuan ini terungkap ketika rekaman wawancara Davis dengan detektif diputar di hadapan juri.
Dalam rekaman yang diputar di pengadilan, Davis, yang juga dikenal dengan nama Keefe D, menyatakan bahwa keponakannya, Orlando Anderson, adalah orang yang melepaskan tembakan yang merenggut nyawa Tupac Shakur pada 7 September 1996 di Las Vegas. Pernyataan ini menjadi titik krusial dalam persidangan yang mengungkap kembali misteri kematian sang ikon hip-hop.
Menurut kesaksian Davis dalam wawancara tahun 2008 tersebut, insiden penembakan terjadi sebagai balasan atas serangan fisik yang dialami keponakannya beberapa waktu sebelumnya. Tupac Shakur dan rekannya, Suge Knight, diduga terlibat dalam perkelahian dengan Orlando Anderson di sebuah klub malam di Las Vegas. Insiden tersebut menjadi pemicu kemarahan yang berujung pada tindakan balas dendam.
Rekaman wawancara tersebut diputar sebagai bagian dari bukti yang diajukan oleh pihak penuntut untuk memperkuat kasus mereka terhadap Duane Davis. Juri kini memiliki kesempatan untuk mendengarkan langsung pengakuan yang dibuat oleh tersangka bertahun-tahun lalu, yang secara langsung menunjuk Orlando Anderson sebagai eksekutor penembakan.
Duane Davis sendiri telah lama menjadi subjek penyelidikan terkait kematian Tupac. Pernyataan terbarunya, yang terekam pada tahun 2008, memberikan perspektif baru dan menyoroti peran keponakannya dalam peristiwa tragis tersebut. Pengadilan akan terus mendalami bukti-bukti yang ada untuk mencapai keadilan bagi mendiang Tupac Shakur.
