Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
DUNIA

Penerjemah “The Odyssey” Kritik Keras Film “Oppenheimer” Karya Christopher Nolan

Oleh Rini Widiyarti July 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Film biografi tentang J. Robert Oppenheimer, Oppenheimer, yang disutradarai oleh Christopher Nolan, belakangan ini menuai pujian dari berbagai kritikus film. Namun, seorang penerjemah karya klasik Homer, Emily Wilson, justru memberikan tinjauan yang tajam dan kritis terhadap adaptasi film tersebut.

Wilson, yang dikenal luas atas terjemahannya terhadap The Odyssey karya Homer, mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah ulasan yang dipublikasikan di majalah The Nation pada 12 September 2023. Ia menilai bahwa film Oppenheimer gagal menangkap esensi kompleksitas subjeknya, terutama dalam penggambaran Oppenheimer sebagai seorang individu.

Menurut Wilson, meskipun Nolan berhasil menciptakan visual yang memukau dan narasi yang mencekam, film tersebut cenderung menyederhanakan karakter Oppenheimer. Ia berpendapat bahwa film ini lebih fokus pada citra Oppenheimer sebagai sosok jenius yang terpecah belah secara moral, namun kurang menggali lebih dalam lapisan-lapisan psikologis dan filosofis yang membentuk karakternya.

“Nolan tampaknya lebih tertarik pada narasi heroik dan tragedi individu, daripada eksplorasi mendalam tentang implikasi etis dan sosial dari penemuan yang dilakukan Oppenheimer,” tulis Wilson dalam ulasannya. Ia merasa bahwa film tersebut melewatkan kesempatan untuk membahas secara kritis peran Oppenheimer dalam pengembangan senjata nuklir dan konsekuensinya bagi dunia, sebuah aspek yang menurutnya sangat penting untuk dipahami.

Wilson juga menyoroti bagaimana film ini menggunakan struktur naratif yang non-linear, yang menurutnya, meski efektif secara sinematik, justru terkadang mengaburkan kedalaman pemikiran dan dilema yang dihadapi Oppenheimer. Ia membandingkan pendekatan Nolan dengan cara Homer membangun karakter dan narasi dalam The Odyssey, di mana setiap detail dan pilihan karakter memiliki makna yang berlapis.

Sebagai seorang akademisi dan penerjemah sastra klasik, Wilson memiliki perspektif unik dalam menganalisis sebuah karya. Ia menekankan bahwa adaptasi, terutama dari tokoh sejarah yang kompleks seperti Oppenheimer, seharusnya tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga mampu menyentuh inti kemanusiaan dan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang dihadapi subjeknya. “Film ini adalah sebuah pencapaian teknis yang luar biasa, namun sebagai sebuah studi karakter dan refleksi sejarah, ia terasa kurang memuaskan,” pungkas Wilson.

Bagikan: Facebook X WhatsApp