Hui Ka Yan, taipan asal Tiongkok dan pendiri raksasa properti Evergrande Group, telah divonis penjara seumur hidup. Keputusan pengadilan ini dikeluarkan menyusul terungkapnya kasus penyalahgunaan dana dan penipuan yang melibatkan dirinya.
Hui Ka Yan, yang memegang peran kunci sebagai ketua Evergrande, dinyatakan bersalah atas serangkaian pelanggaran keuangan. Kejaksaan Agung Rakyat Tiongkok mengumumkan pada hari Jumat, 22 Maret 2024, bahwa Hui Ka Yan telah dijatuhi hukuman pidana.
Selain hukuman penjara seumur hidup, Mahkamah Agung Tiongkok juga menjatuhkan denda kepada Hui Ka Yan sebesar 8,18 miliar yuan, atau setara dengan Rp18,5 triliun. Vonis ini mengakhiri perjalanan panjang penyelidikan terhadap salah satu pengusaha paling berpengaruh di Tiongkok.
Kasus ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh regulator sekuritas Tiongkok terhadap Evergrande. Perusahaan ini diketahui telah menerbitkan obligasi ilegal senilai 536 miliar yuan atau sekitar Rp1.211 triliun. Tidak hanya itu, Evergrande juga dituding memalsukan data keuangan.
Hui Ka Yan secara spesifik dituduh telah melakukan praktik penyalahgunaan dana perusahaan. Ia juga terlibat dalam penipuan laporan keuangan yang dilakukan oleh Evergrande. Tindakan ini merusak kepercayaan investor dan memberikan dampak serius pada pasar keuangan.
Dalam pernyataannya, Kejaksaan Agung Rakyat Tiongkok merinci bahwa Evergrande Group telah melakukan pelanggaran serius. Perusahaan ini terbukti telah menyebarkan informasi palsu dan melakukan aktivitas ilegal terkait penerbitan obligasi. Hal ini menunjukkan skala masalah yang dihadapi oleh perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok tersebut.
Kasus Evergrande ini telah menarik perhatian global sejak krisis likuiditasnya mencuat pada tahun 2021. Perusahaan ini terlilit utang yang sangat besar, mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.700 triliun. Krisis Evergrande ini telah menimbulkan kekhawatiran akan potensi keruntuhan ekonomi Tiongkok dan dampaknya ke pasar global.
Sebelumnya, pada bulan September 2023, Hui Ka Yan sempat ditahan oleh pihak berwenang Tiongkok. Penahanan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang semakin intensif terhadap kasus-kasus keuangan yang melibatkan dirinya dan perusahaannya.
Kasus ini menjadi penanda penting dalam upaya Tiongkok untuk memberantas korupsi dan menegakkan kepatuhan di sektor keuangan, terutama di industri properti yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
