Saturday, 29 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Pelatihan Panen Sawit Tingkatkan Kualitas dan Nilai Jual Tandan Buah Segar

Oleh Yohanes August 29, 2026 43 minutes lalu 0 komentar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV melalui Unit Usaha Perkebunan Sei Silau di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, baru-baru ini menggelar pelatihan intensif mengenai teknik panen kelapa sawit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan, menunjukkan bahwa panen bukan sekadar memotong tandan, melainkan sebuah proses krusial yang memengaruhi nilai ekonomi perkebunan.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 10-12 April 2023 ini diikuti oleh 30 orang pemanen dari Unit Usaha Perkebunan Sei Silau. Fokus utama pelatihan adalah mengajarkan praktik panen yang benar, termasuk pemilihan tandan yang matang, teknik pemotongan yang tepat untuk menjaga kualitas buah dan kesehatan pohon, serta penanganan pasca-panen yang efisien. Tujuannya adalah memastikan TBS yang dipanen memenuhi standar kualitas yang tinggi sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih baik.

Manajer Unit Usaha Perkebunan Sei Silau, Bambang Priyanto, menekankan pentingnya pengetahuan dan keterampilan pemanen dalam menentukan kualitas TBS. “Kualitas TBS sangat ditentukan oleh cara panennya. Jika cara panennya tidak benar, maka kualitas TBS akan menurun, bahkan bisa menurunkan harga jualnya,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2023).

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya PTPN IV untuk terus meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. Dengan pemanen yang terlatih, diharapkan dapat meminimalkan kerusakan pada tandan buah dan pohon sawit, serta mengurangi kehilangan hasil panen. Hal ini pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan perusahaan dan kesejahteraan para pekerja.

Kegiatan pelatihan mencakup teori dan praktik lapangan. Para peserta dibekali dengan pengetahuan mengenai standar kematangan buah sawit, cara menggunakan alat panen yang aman dan efektif, serta teknik pemanenan yang ramah lingkungan. Selain itu, mereka juga diajari cara mengidentifikasi buah yang matang optimal untuk dipanen, yang ditandai dengan adanya buah brondol (buah yang lepas dari tandan) yang belum terlalu banyak.

Manajer Produksi PTPN IV, Ir. Syaiful Bahri, yang turut hadir dalam pelatihan tersebut, menjelaskan bahwa pemanenan yang tepat waktu dan cara yang benar dapat mencegah penurunan kualitas TBS. “Kalau panennya terlambat, buahnya akan turun kualitasnya, misalnya terlalu banyak buah yang jatuh atau pecah. Makanya, pemanen harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memanen dan bagaimana cara memotongnya,” jelas Syaiful.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan standar operasional di seluruh unit usaha PTPN IV, khususnya dalam aspek panen kelapa sawit. Dengan investasi pada sumber daya manusia melalui pelatihan, PTPN IV berkomitmen untuk terus menghasilkan produk kelapa sawit berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp