Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayahnya mendapatkan hak pendidikan tanpa terkendala biaya. Melalui program inovatif "Zero Putus Sekolah," pemko tidak hanya menggratiskan pendidikan di sekolah negeri, tetapi juga meluaskan jangkauannya ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah menjalin kerja sama. Langkah ini diharapkan dapat membebaskan kekhawatiran orang tua dan menjadi solusi atas keterbatasan kuota sekolah negeri.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam menjamin hak fundamental setiap anak untuk bersekolah. "Jadi, orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah," ujar Agung Nugroho pada Rabu, 24 Juni 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan Pemko Pekanbaru dalam menghilangkan hambatan finansial sebagai alasan anak putus sekolah.
Program "Zero Putus Sekolah" dirancang untuk memastikan tidak ada lagi anak di Kota Pekanbaru yang gagal melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya atau tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri. Agung Nugroho menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mengenyam pendidikan, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan jalur pendidikan yang inklusif. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pekanbaru, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Untuk mewujudkan program ini, Pemko Pekanbaru telah melakukan integrasi sekolah-sekolah mitra ke dalam sistem penerimaan murid baru yang terpusat. Saat ini, tercatat ada 23 SMP swasta yang telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah kota dalam menyediakan pendidikan gratis bagi siswa. Selain itu, pemko juga menjalin kolaborasi erat dengan Kementerian Agama untuk mengakomodasi siswa yang memiliki preferensi untuk melanjutkan pendidikan di jenjang madrasah.
"Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ada 15 MTs yang biayanya masuk dalam tanggungan Pemko Pekanbaru. Jadi intinya tidak ada yang boleh tidak sekolah," tegas Wali Kota Agung. Kerjasama dengan Kementerian Agama ini membuka opsi pendidikan berbasis agama yang tetap terjamin pembiayaannya oleh pemerintah kota. Dengan demikian, pilihan pendidikan menjadi lebih beragam dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dibebani biaya.
Implementasi "Zero Putus Sekolah" ini merupakan langkah strategis Pemko Pekanbaru dalam mengatasi tantangan sistemik seperti keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang seringkali menjadi persoalan setiap tahun ajaran baru. Dengan adanya sekolah swasta dan madrasah yang menjadi bagian dari program ini, kuota penerimaan siswa dapat diperluas secara signifikan. Hal ini memberikan kesempatan lebih besar bagi lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka.
Wali Kota Agung Nugroho menjelaskan lebih lanjut bahwa program ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah implementasi nyata dari visi besar pemerintah daerah. "Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan," ungkapnya. Komitmen ini mencakup penyediaan infrastruktur pendukung, koordinasi antarlembaga, serta alokasi anggaran yang memadai untuk menanggung seluruh biaya pendidikan di sekolah-sekolah mitra.
Diharapkan melalui program ini, tingkat partisipasi pendidikan di Kota Pekanbaru dapat terus meningkat. Lebih dari itu, inisiatif ini juga berpotensi menekan angka putus sekolah yang disebabkan oleh faktor ekonomi, serta meningkatkan angka kelulusan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan yang terjamin kualitasnya dan dapat diakses oleh semua adalah fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah, dan Pekanbaru tampaknya serius membangun fondasi tersebut.
Program "Zero Putus Sekolah" ini juga mencerminkan kesadaran pemerintah akan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan kota. Dengan memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak, Pemko Pekanbaru berupaya menciptakan generasi penerus yang cerdas, kompetitif, dan berakhlak mulia, yang kelak akan berkontribusi pada pembangunan Kota Pekanbaru. Upaya ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Pekanbaru, menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir untuk mengatasi persoalan pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan.











