PEKANBARU – Perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru diwarnai dengan pencapaian spektakuler yang melibatkan kearifan lokal. Melalui gelaran akbar, Kue Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia. Lebih dari sekadar pemecahan rekor, inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam upaya mempromosikan kuliner khas daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu yang kaya, didukung oleh melimpahnya hasil durian dari Provinsi Riau.
Upaya serius untuk membangun identitas kuliner yang kokoh ini diharapkan menjadikan Kue Ketan Talam Durian sebagai penanda kuliner utama Kota Pekanbaru. Strategi ini meniru kesuksesan kota lain yang telah memiliki ikon kuliner khasnya masing-masing, seperti Palembang dengan pempek, Yogyakarta dengan bakpia, dan Medan dengan bika ambon. Dengan adanya rekor MURI ini, Pekanbaru berambisi agar masyarakat Indonesia secara luas langsung mengasosiasikan kota ini dengan kelezatan Kue Ketan Talam Durian.
Festival yang memamerkan Kue Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer ini tidak hanya berhenti pada pemecahan rekor. Pemerintah kota juga membagikan 3.000 porsi durian gratis kepada masyarakat yang hadir. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada warga agar dapat langsung merasakan cita rasa otentik durian, bahan baku utama yang menjadi jantung dari kuliner khas ini.
Antusiasme masyarakat terhadap gelaran festival ini melampaui segala prediksi panitia. Target awal perkiraan pengunjung yang hanya berkisar antara 5.000 hingga 10.000 orang, ternyata jauh terlampaui. Buktinya, lebih dari 80.000 warga memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, menyaksikan dan turut meramaikan kemeriahan acara tersebut.
Keramaian festival tidak hanya berasal dari warga Kota Pekanbaru semata. Pengunjung datang dari berbagai penjuru, termasuk dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau, serta dari sejumlah daerah lain di seluruh Indonesia. Kehadiran para tokoh nasional, seperti Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, turut menambah semarak acara tersebut.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan rasa haru dan bangga yang mendalam melihat tingginya partisipasi masyarakat. "Jujur, ini di luar ekspektasi kami. Awalnya kami memperkirakan beberapa ribu orang saja yang hadir. Ternyata masyarakat yang datang membludak hingga puluhan ribu orang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mencintai kuliner tradisional dan bangga terhadap identitas daerahnya," ujar Agung.
Meskipun demikian, Agung Nugroho tidak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah kendala yang terjadi selama penyelenggaraan acara. Kemacetan lalu lintas yang cukup parah sejak pagi hari, serta keterbatasan jumlah kue dan durian yang dibagikan, menjadi catatan penting bagi panitia. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pekanbaru yang terdampak kemacetan sejak pagi hari. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin belum sempat mendapatkan Kue Ketan Talam Durian maupun durian yang dibagikan. Antusiasme masyarakat benar-benar di luar perkiraan kami," tuturnya.
Agung menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan festival ini bukan semata-mata untuk mengejar rekor dunia. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan kuliner daerah sekaligus memperkuat identitas Kota Pekanbaru di kancah nasional. "Tujuan terbesar kegiatan ini adalah memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian sebagai ikon kuliner Pekanbaru. Kami ingin ketika orang mendengar nama Pekanbaru, mereka langsung teringat pada Kue Ketan Talam Durian, sebagaimana orang mengingat Palembang dengan pempek atau Jogja dengan bakpia," jelasnya.
Keberhasilan festival ini, lanjut Agung, merupakan buah dari kolaborasi apik berbagai pihak. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung produksi, para sponsor yang memberikan dukungan finansial, relawan yang mencurahkan tenaga dan waktu, hingga seluruh masyarakat yang turut serta menyukseskan acara.
Agung berharap, pencapaian rekor dunia ini dapat menjadi momentum berharga untuk memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian ke khalayak yang lebih luas. Selain itu, diharapkan pula dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru. "Rekor dunia ini bukan milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pekanbaru. Ini adalah hadiah Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 untuk masyarakat. Semoga Kue Ketan Talam Durian semakin dikenal, dicintai, dan menjadi kebanggaan bersama yang mampu mengangkat UMKM, pariwisata, serta ekonomi kreatif Kota Pekanbaru hingga tingkat nasional dan dunia," tutupnya dengan penuh optimisme. Inisiatif ini tidak hanya memperkaya khazanah kuliner Indonesia, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana tradisi dapat diangkat menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah yang membanggakan.











