Seorang pejabat tinggi di FIFA, badan sepak bola dunia, memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini diambil hanya tiga minggu setelah yang bersangkutan secara terbuka mengkritik rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Pejabat yang dimaksud adalah Zvonimir Boban, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Kroasia dan sebelumnya pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal FIFA. Mundurnya Boban dari posisinya di FIFA menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika internal organisasi sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Sumber terpercaya melaporkan bahwa Boban melayangkan kritiknya terhadap Infantino pada bulan November 2023. Kritikan tersebut berkaitan dengan sejumlah proposal dan kebijakan yang diajukan oleh Presiden FIFA. Meskipun detail spesifik mengenai isi kritikan tersebut tidak diungkapkan secara luas, namun diketahui bahwa hal itu menyangkut arah strategis FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.
Seorang juru bicara FIFA mengkonfirmasi pengunduran diri Boban. “Kami mengkonfirmasi bahwa Zvonimir Boban telah mengundurkan diri dari jabatannya di FIFA,” ujar juru bicara tersebut, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Pernyataan singkat ini semakin menambah misteri seputar peristiwa ini.
Sebelumnya, Boban dikenal sebagai mantan pemain sepak bola legendaris asal Kroasia yang memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun administrator. Pengalamannya di berbagai tingkatan sepak bola global membuatnya memiliki pandangan yang kuat terhadap tata kelola organisasi olahraga.
Mundurnya Boban terjadi di tengah sorotan terhadap FIFA dan kepemimpinan Gianni Infantino yang telah berlangsung sejak 2016. Infantino sendiri telah menghadapi berbagai tantangan dan kritik selama masa jabatannya, termasuk isu-isu terkait transparansi dan tata kelola.
Peristiwa ini kemungkinan akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai arah FIFA dan bagaimana organisasi tersebut menavigasi perbedaan pendapat di tingkat kepemimpinan. Pengunduran diri seorang figur senior seperti Boban setelah mengkritik presiden tentu menjadi catatan penting dalam sejarah terkini FIFA.
