Seorang pedagang senjata di Bangkok terpaksa mengalihkan bisnisnya menjadi penjual roti menyusul adanya pengetatan izin penjualan senjata api di Thailand. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang kian diperketat, meskipun sang pedagang menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan kekerasan bersenjata di negeri Gajah Putih.
Pemilik toko senjata yang tidak disebutkan namanya ini, seperti dilansir dari Reuters pada Selasa (19/9/2023), mengungkapkan bahwa pengetatan izin yang diberlakukan oleh otoritas Thailand telah menghambat aktivitas bisnisnya. Ia menyatakan, “Kami tidak bisa melakukan apa pun. Kami harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.” Keputusan beralih profesi ini diambil setelah ia merasa kesulitan untuk melanjutkan usahanya di bidang jual beli senjata api.
Lebih lanjut, pedagang tersebut menyampaikan pandangannya mengenai efektivitas kebijakan pengetatan izin. Menurutnya, aturan yang diperketat saat ini belum mampu mengatasi akar permasalahan kekerasan yang melibatkan senjata api di Thailand. Ia berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan kajian lebih mendalam dan mencari solusi yang lebih komprehensif untuk menekan angka kekerasan bersenjata.
Meski demikian, pedagang yang kini banting setir berjualan roti ini tidak merinci lebih jauh mengenai jenis pengetatan izin yang dimaksud atau bagaimana dampaknya secara spesifik terhadap bisnisnya. Ia hanya menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi yang dihadapi oleh para pedagang senjata di Thailand. Keputusannya untuk beralih profesi menjadi penjual roti menjadi bukti nyata bagaimana para pelaku usaha di sektor ini beradaptasi dengan perubahan regulasi yang ada.
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para pedagang senjata di Thailand akibat pengetatan aturan. Selain itu, kritik yang dilontarkan oleh pedagang tersebut juga menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam penanganan isu kekerasan bersenjata, yang tidak hanya berfokus pada regulasi penjualan tetapi juga pada faktor-faktor penyebab lainnya.
