Menghadapi anak yang tantrum di tengah keramaian tempat umum memang bisa menjadi momen yang menegangkan bagi orang tua. Namun, kekhawatiran berlebih dapat memperburuk situasi. Seorang dokter anak membagikan empat strategi efektif yang dapat diterapkan untuk meredakan emosi anak tanpa menimbulkan kepanikan.
Menurut dr. Irawan Santoso, Sp.A(K), seorang dokter spesialis anak, tantrum pada anak merupakan ekspresi ketidakmampuan mereka dalam mengelola emosi atau keinginan yang tidak terpenuhi. “Tantrum adalah hal yang normal terjadi pada anak, terutama balita, karena kemampuan mengendalikan diri mereka belum sepenuhnya berkembang,” jelasnya.
Strategi pertama yang disarankan adalah tetap tenang dan sabar. Penting bagi orang tua untuk tidak ikut terbawa emosi negatif anak. “Jika orang tua panik atau marah, anak akan semakin merasa tidak aman dan tantrumnya bisa bertambah parah,” ujar dr. Irawan. Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam dan ingatkan diri bahwa ini adalah fase yang akan berlalu.
Selanjutnya, berikan anak ruang aman untuk mengekspresikan emosinya. Ini bukan berarti membiarkan anak berbuat semaunya, melainkan mencari tempat yang agak tersembunyi dari keramaian, seperti sudut toko atau bangku di taman. “Biarkan ia mengeluarkan kekecewaan atau frustrasinya sejenak, sambil tetap mengawasi keamanannya,” sarannya. Memberi jarak secara fisik dapat membantu menenangkan suasana tanpa harus berhadapan langsung dengan tatapan orang lain.
Cara ketiga adalah dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan tegas untuk mengkomunikasikan batasan. Setelah anak sedikit tenang, ajak bicara dengan nada suara yang lembut namun jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Hindari penjelasan yang panjang lebar, cukup sampaikan inti pesannya,” kata dr. Irawan. Contohnya, “Mama tahu kamu sedih, tapi kita tidak boleh berteriak di sini.”
Terakhir, alihkan perhatian anak dengan sesuatu yang positif. Ketika emosi anak mulai mereda, tawarkan pilihan lain yang menarik perhatiannya. Ini bisa berupa mainan baru yang ringan, makanan ringan favorit, atau bahkan sekadar percakapan tentang hal lain yang menyenangkan. “Mengalihkan fokus dapat membantu anak keluar dari pusaran emosinya dan kembali tenang,” tutup dr. Irawan. Dengan menerapkan keempat cara ini, orang tua diharapkan dapat melalui momen tantrum anak di tempat umum dengan lebih tenang dan efektif.
