Otsus Papua Harus Fokus ke SDM, Yanni: Jangan Lagi Selesaikan Masalah Secara Parsial

Danu Ilham

JAYAPURA – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua, Yanni, menegaskan bahwa dana Otsus harus menjadi motor penggerak utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua. Menurutnya, pembangunan manusia harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi, bukan sekadar penyelesaian masalah yang bersifat sporadis.

Pernyataan ini disampaikan Yanni di Jayapura pada Minggu, 28 Juni 2026. Ia menekankan bahwa selama ini penanganan isu-isu krusial di Papua sering kali tidak terhubung satu sama lain. Padahal, untuk menjawab tantangan jangka panjang, diperlukan arah kebijakan yang saling mendukung antar sektor demi membentuk karakter generasi muda Papua yang berdaya saing.

Salah satu tantangan paling nyata yang disoroti Yanni adalah kelangkaan guru pendidikan agama Kristen. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Papua, rekrutmen tenaga pendidik bidang ini hampir tidak pernah dilakukan sejak tahun 2006. Kondisi tersebut bukan hanya masalah administratif, melainkan ancaman serius bagi pembentukan moral, etika, dan spiritualitas generasi muda.

Pendidikan agama memegang peran vital sebagai benteng karakter di tengah kehidupan sosial. Tanpa ketersediaan guru yang memadai, ruang pembentukan budi pekerti dan toleransi bagi peserta didik menjadi melemah. Hal ini dibahas secara intensif dalam pertemuan bersama kelompok kerja (Pokja) Agama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Jayapura pada Kamis, 25 Juni 2026.

Sebagai langkah konkret, KEPP mendorong pemetaan kebutuhan guru pendidikan agama secara menyeluruh di seluruh wilayah Papua. Data hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi acuan bagi pemerintah untuk membuka formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain pemenuhan kuota tenaga pengajar, KEPP juga mengusulkan kebijakan afirmatif yang lebih berpihak kepada Orang Asli Papua (OAP). Kebijakan tersebut meliputi penyediaan beasiswa khusus bagi calon guru agama serta skema ikatan dinas. Pemerintah juga disarankan memberikan insentif khusus bagi guru yang bersedia mengabdi di daerah terpencil agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terwujud.

Yanni meyakini bahwa investasi terbaik dalam kerangka Otsus adalah pembangunan manusia. Jika fondasi pendidikan, moral, dan karakter anak-anak Papua telah terbangun dengan kokoh sejak dini, maka dampak positifnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di masa depan. Fokus utama KEPP ke depan adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari dana Otsus benar-benar berorientasi pada kebutuhan manusia Papua secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang terarah dan komprehensif, ia optimistis masa depan generasi Papua akan jauh lebih cerah dan berintegritas.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All