Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
DUNIA

Oposisi Israel Desak Netanyahu Mundur Pasca Laporan Serangan 7 Oktober

Oleh Heni Maulidya September 9, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi gelombang kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk mantan pemimpin dan tokoh oposisi, menyusul fakta-fakta terbaru terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Desakan agar Netanyahu mundur semakin menguat menjelang pemilihan umum.

Kritik pedas ini dilontarkan oleh sejumlah mantan pejabat tinggi dan para pemimpin partai oposisi yang menilai Netanyahu tidak layak memimpin negara imbas dari berbagai temuan mengenai kelalaian yang terjadi sebelum serangan Hamas. Mereka berpendapat bahwa kepemimpinan Netanyahu telah terbukti gagal dalam menjaga keamanan nasional.

Salah satu suara kritis datang dari mantan Perdana Menteri Yair Lapid, yang menyatakan bahwa Netanyahu telah kehilangan legitimasi untuk memimpin Israel. “Netanyahu tidak memiliki legitimasi untuk memerintah di bawah kondisi apa pun,” tegas Lapid, menekankan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan adanya kegagalan intelijen dan persiapan yang buruk.

Tak hanya Lapid, mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz, yang kini memimpin koalisi oposisi National Unity, juga menyuarakan kekecewaannya. Gantz menuduh Netanyahu menciptakan perpecahan di kalangan masyarakat dan mengabaikan peringatan dini mengenai ancaman dari Gaza. Ia menambahkan, “Fakta-fakta yang terungkap menunjukkan bahwa kepemimpinan yang ada saat ini telah gagal dalam tugas paling mendasar, yaitu melindungi warga negara Israel.”

Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sendiri dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 240 orang disandera. Insiden ini memicu respons militer besar-besaran dari Israel di Gaza, yang menurut otoritas kesehatan Palestina telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina.

Laporan-laporan yang mulai muncul ke permukaan, meskipun belum sepenuhnya resmi, mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem peringatan dini dan respons keamanan Israel. Hal ini menjadi amunisi bagi para penentang Netanyahu untuk terus mendesaknya mundur, terutama dengan adanya spekulasi mengenai kemungkinan pemilihan umum dini di tengah memburuknya situasi keamanan dan sosial di Israel.

Jelang pemilihan umum yang belum ditentukan tanggalnya, tekanan politik terhadap Benjamin Netanyahu diperkirakan akan terus meningkat. Para kritikusnya berharap bahwa fakta-fakta yang terungkap akan cukup untuk menggoyahkan dukungan terhadap pemerintahannya dan membuka jalan bagi kepemimpinan baru yang mereka yakini dapat memulihkan kepercayaan publik dan keamanan nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp