Perdana Menteri India Narendra Modi pernah membuat Prabowo Subianto tertawa geli saat kunjungannya ke Indonesia. Momen unik itu terjadi ketika Modi menyinggung soal numerologi angka delapan (8) yang disebutnya memiliki kaitan dengan tanggal kunjungannya ke Tanah Air.
Modi, yang dikenal memiliki ketertarikan pada numerologi, mengungkapkan hal tersebut pada acara temu wicara dengan diaspora India di Jakarta. Acara yang berlangsung pada 30 Mei 2018 ini menjadi saksi bisu ketika sang perdana menteri India membeberkan alasannya memilih tanggal tersebut. Ia mengaku terinspirasi oleh prediksi numerologi yang mengaitkan angka 8 dengan keberuntungan.
“Saya memilih tanggal 30 Mei ini karena angka 30 dan angka 30 itu kalau dijumlahkan menjadi 3. Lalu ditambah angka 5, jadi 8. Angka 8 ini adalah angka yang sangat baik,” ujar Narendra Modi kala itu. Pernyataan ini sontak disambut tawa hadirin, termasuk Menteri Pertahanan yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prabowo Subianto, yang turut hadir dalam acara tersebut. Prabowo terlihat tertawa lepas mendengar penjelasan Modi.
Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 29-31 Mei 2018 ini merupakan bagian dari lawatan dua negara, yang sebelumnya juga menyambangi Singapura. Di Indonesia, Modi bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas berbagai isu bilateral, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi dan maritim. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua negara.
Modi sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan hal-hal simbolis, termasuk numerologi. Angka 8 dipercaya oleh sebagian orang membawa keberuntungan dan kemakmuran. Pilihan tanggal 30 Mei (3+0+5 = 8) oleh Modi tampaknya merupakan strategi personal yang ia yakini dapat membawa energi positif bagi kunjungannya.
Kejadian unik yang melibatkan numerologi angka 8 ini menjadi salah satu momen menarik yang dikenang dari kunjungan PM India Narendra Modi ke Indonesia. Selain agenda kenegaraan yang padat, interaksi personal seperti ini menambah warna dalam hubungan diplomatik kedua negara.
