Federasi Sepak Bola Norwegia mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan resmi kepada komite etik FIFA. Langkah ini diambil terkait dugaan peran mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam upaya pembatalan kartu merah yang diterima pemain Folarin Balogun di ajang Piala Dunia.
Keputusan ini akan dibahas lebih lanjut oleh dewan direksi federasi Norwegia dalam rapat mereka yang dijadwalkan pada 6 Agustus mendatang. Jika disetujui, laporan ini akan diajukan kepada badan etik FIFA untuk investigasi lebih lanjut.
Ketua Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, menyatakan keprihatinannya atas potensi pengaruh politik dalam keputusan wasit dan FIFA. Ia berpendapat bahwa situasi ini menunjukkan FIFA berada di jalur yang berbahaya. “Kami melihat FIFA berada di lereng yang licin,” ujar Klaveness, mengacu pada potensi campur tangan non-olahraga dalam integritas pertandingan.
Dugaan campur tangan ini bermula dari laporan bahwa Donald Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino. Panggilan telepon tersebut dilaporkan meminta peninjauan kembali terhadap keputusan kartu merah yang diterima Folarin Balogun, yang berpotensi membuatnya absen dalam satu pertandingan penting di Piala Dunia. Balogun, yang bermain untuk tim nasional AS, menerima kartu merah dalam pertandingan sebelumnya.
Federasi Norwegia menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip-prinsip etika FIFA. Mereka meyakini bahwa campur tangan dari pihak eksternal, terutama yang memiliki pengaruh politik besar, dapat merusak independensi dan kredibilitas badan sepak bola dunia tersebut. Rapat pada 6 Agustus akan menjadi penentu apakah federasi Norwegia akan secara resmi melanjutkan proses pengajuan keluhan ini.
