Norway mengakhiri masa berkabung nasional selama 13 hari dengan menggelar prosesi perpisahan bagi mendiang Raja Harald V. Puluhan ribu warga memadati jalanan ibu kota, Oslo, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja yang telah memimpin negara tersebut.
Prosesi ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan berkabung yang telah berlangsung sejak kabar duka disampaikan. Ribuan warga terlihat membawa bendera Norwegia dan bunga, berdiri di sepanjang rute yang dilalui kereta jenazah kerajaan. Suasana haru dan khidmat menyelimuti kota saat kereta yang membawa jenazah Raja Harald V melintas.
Sejumlah tokoh penting negara, termasuk anggota keluarga kerajaan dan pejabat tinggi, turut hadir dalam upacara kenegaraan yang diselenggarakan sebagai bagian dari prosesi perpisahan. Raja Harald V, yang memerintah Norwegia selama 31 tahun, dikenal sebagai sosok yang dicintai oleh rakyatnya. Ia naik takhta pada 17 Januari 1991 setelah ayahnya, Raja Olav V, mangkat.
Selama masa pemerintahannya, Raja Harald V telah menjadi simbol stabilitas dan persatuan bagi Norwegia. Ia dikenal dekat dengan rakyatnya dan selalu berusaha menjadi jembatan antara tradisi monarki dengan masyarakat modern. Wartawan NRK, yang melaporkan jalannya acara, mencatat bahwa antusiasme warga untuk hadir dan memberikan penghormatan menunjukkan betapa besar pengaruh Raja Harald V di hati masyarakat Norwegia.
Meskipun detail pasti mengenai penyebab dan waktu wafat Raja Harald V tidak diungkapkan secara rinci kepada publik, namun kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh rakyat Norwegia. Penggantinya, Pangeran Mahkota Haakon, kini akan memikul tanggung jawab sebagai kepala negara Norwegia.
