Sunday, 23 August 2026
BREAKING
DUNIA

Netanyahu Sebut Upaya Turki Terbitkan Red Notice Interpol sebagai ‘Kemunafikan’

Oleh Heni Maulidya August 23, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dingin upaya Turki untuk menerbitkan Red Notice Interpol terhadap dirinya. Netanyahu secara tegas menyatakan bahwa Israel tidak terkesan dengan apa yang disebutnya sebagai “kemunafikan” Turki terkait langkah tersebut.

Pernyataan Netanyahu ini muncul sebagai respons langsung terhadap inisiatif Ankara yang bertujuan untuk menangkapnya melalui mekanisme Interpol. Rilis Red Notice merupakan permintaan dari negara anggota Interpol untuk membantu penegakan hukum terkait pencarian buronan internasional.

Meskipun tidak merinci lebih lanjut mengenai alasan tudingan “kemunafikan” tersebut, komentar Netanyahu mengindikasikan adanya persepsi bahwa tindakan Turki tidak konsisten dengan hubungan bilateral yang ada atau standar internasional yang seharusnya dijunjung.

Sebelumnya, Turki dikabarkan telah mengajukan permintaan kepada Interpol untuk menerbitkan Red Notice terhadap Benjamin Netanyahu. Permintaan ini diduga berkaitan dengan operasi militer Israel di Gaza, yang telah menuai kritik internasional.

Netanyahu, yang dikenal dengan retorika tajamnya, tidak ragu untuk menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap langkah Turki. Ia menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, sebuah argumen yang seringkali menjadi pembenaran atas tindakan militer mereka di wilayah Palestina.

Respons dari pihak Turki maupun Interpol sendiri mengenai pernyataan Netanyahu ini masih dinantikan. Namun, gesekan diplomatik antara kedua negara tampaknya semakin memanas seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Hubungan antara Israel dan Turki memang telah mengalami pasang surut selama bertahun-tahun. Meskipun pernah memiliki hubungan yang relatif baik, ketegangan seringkali muncul, terutama terkait isu Palestina dan kebijakan Israel di wilayah tersebut. Upaya penerbitan Red Notice ini menambah daftar panjang friksi antara kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp