Monday, 7 September 2026
BREAKING
DUNIA

Nepal Berkabung Nasional Tiga Hari Pasca Banjir Bandang Maut

Oleh Rini Widiyarti September 7, 2026 32 minutes lalu 0 komentar

Nepal hari ini, Jumat (22/12/2023), memasuki hari ketiga sekaligus terakhir masa berkabung nasional pasca bencana banjir bandang yang melanda negara tersebut. Bendera setengah tiang berkibar di seluruh penjuru negeri, menandai berakhirnya periode duka dalam tradisi Hindu yang berlangsung selama 13 hari sejak tragedi terjadi.

Bencana banjir bandang dahsyat ini dilaporkan telah merenggut nyawa sebanyak 25 orang, sementara 144 lainnya dilaporkan masih hilang. Angka-angka tersebut belum termasuk korban luka-luka yang membutuhkan perawatan medis intensif. Menurut Kepala Polisi Distrik Sindhupalchok, SP Singh, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.

Banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Sindhupalchok, salah satu distrik yang paling parah terdampak. Hujan ekstrem ini memicu meluapnya beberapa sungai, termasuk Sungai Melamchi, yang kemudian menghanyutkan rumah-rumah penduduk dan infrastruktur penting lainnya. Bencana ini juga menyebabkan tanah longsor di beberapa titik, memperparah kondisi dan menghambat upaya penyelamatan.

Kepala Kepolisian Daerah Sindhupalchok, SP Singh, dalam keterangannya menyatakan, “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Prioritas utama kami adalah menemukan korban yang hilang dan memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak.” Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan signifikan bagi tim di lapangan.

Pemerintah Nepal telah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai dari tanggal 20 hingga 22 Desember 2023, sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan sebagai upaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berduka. Selama periode ini, berbagai kegiatan peringatan dan doa bersama dilaksanakan di berbagai wilayah.

Selain itu, berbagai organisasi bantuan kemanusiaan dan masyarakat sipil juga turut serta dalam upaya penanggulangan bencana. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, serta tenda darurat telah disalurkan kepada para pengungsi dan korban yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga korban jiwa dan bantuan perbaikan rumah bagi mereka yang terdampak.

Dampak jangka panjang dari bencana ini diperkirakan akan sangat besar, terutama dalam hal pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah yang terdampak. Upaya rekonstruksi dan rehabilitasi diperkirakan akan memakan waktu dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp