Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Nasib David Batty Pasca Gagal Penalti Lawan Argentina di Piala Dunia 1998: Ke Mana Ia Kini?

Oleh Danu Ilham July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Inggris dan Argentina kembali bersiap bertemu di babak gugur Piala Dunia. Momen ini membangkitkan ingatan tentang pertandingan dramatis tahun 1998.

Saat itu, gelandang Inggris, David Batty, menjadi sorotan utama. Ia gagal mengeksekusi tendangan penalti yang krusial.

Namun, Batty dikenal cepat bangkit dari kegagalan tersebut. BBC Sport kini menelusuri jejaknya.

Pertandingan yang dimaksud terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.

Drama berlanjut ke adu penalti. Di sinilah Batty melangkah sebagai algojo.

Sayangnya, sepakan Batty berhasil ditepis oleh kiper Argentina, Carlos Roa. Momen itu menjadi pukulan telak bagi Inggris.

Pada akhirnya, Argentina keluar sebagai pemenang dalam adu penalti dengan skor 4-3.

Meskipun momen penalti itu membekas, Batty tidak larut dalam kesedihan.

Ia dikenal sebagai pemain yang memiliki mental kuat. Batty segera fokus pada karier sepak bolanya.

Setelah Piala Dunia 1998, Batty melanjutkan kariernya di level klub.

Ia sempat bermain untuk Newcastle United hingga tahun 2000.

Setelah pensiun dari sepak bola profesional, David Batty memilih kehidupan yang lebih tenang.

Ia tidak banyak tampil di media.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa Batty kini menikmati kehidupan di luar sorotan publik.

Ia dilaporkan aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan hobinya, seperti bersepeda.

Batty juga dikabarkan memiliki ketertarikan pada bisnis.

Meskipun tidak lagi aktif di dunia sepak bola secara profesional, warisan Batty sebagai pemain tetap dikenang.

Terutama momen penalti yang menjadi bagian dari sejarah rivalitas Inggris dan Argentina.

Pertemuan kedua tim kali ini tentu akan menjadi tontonan menarik.

Para penggemar akan teringat kembali pada pertandingan-pertandingan klasik sebelumnya.

Kisah David Batty adalah bukti bahwa kegagalan bisa menjadi batu loncatan untuk bangkit.

Ia telah menemukan jalannya sendiri setelah momen krusial di Piala Dunia.

Pertemuan mendatang akan ditulis dengan sejarah baru.

Namun, memori masa lalu tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari laga ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait