Italia tengah menghadapi gelombang panas terparah tahun ini, memaksa warga dan wisatawan mencari cara untuk bertahan dari suhu udara yang melonjak drastis. Berbagai strategi, mulai dari memanfaatkan fasilitas publik hingga beradaptasi dengan jadwal aktivitas, disarankan oleh para ahli untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini.
Pusat-pusat perbelanjaan atau supermarket kini menjadi salah satu tempat favorit untuk berlindung dari terik matahari. Menurut Francesca De Santis, seorang ahli gizi, supermarket menawarkan solusi praktis dengan menyediakan tempat yang sejuk dan akses mudah ke air minum. “Supermarket adalah tempat perlindungan yang sangat baik,” ujarnya. Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk tetap terhidrasi, terutama saat suhu mencapai puncaknya.
Selain itu, mengubah pola aktivitas harian juga menjadi kunci. Para ahli menyarankan untuk menunda kegiatan di luar ruangan hingga sore atau malam hari. Tur malam hari menjadi alternatif menarik yang memungkinkan wisatawan tetap dapat menikmati keindahan kota tanpa harus terpapar panas menyengat di siang hari. Dr. Marco Martelli, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menekankan pentingnya menghindari aktivitas fisik berat saat suhu paling tinggi. “Hindari aktivitas fisik yang berlebihan antara pukul 11 pagi hingga 5 sore,” tegasnya.
Menjaga asupan makanan dan minuman juga tak kalah penting. De Santis menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan air seperti buah-buahan dan sayuran. Sementara itu, konsumsi minuman berenergi atau beralkohol sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk dehidrasi. Ia juga mengingatkan untuk tidak menunggu hingga merasa haus untuk minum. “Minumlah secara teratur, bahkan jika Anda tidak merasa haus,” tambahnya.
Bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan, perlindungan diri menjadi prioritas. Penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi, topi lebar, dan kacamata hitam sangat direkomendasikan. Pakaian berwarna terang dan berbahan ringan juga dapat membantu memantulkan panas dan menjaga tubuh tetap sejuk. Pemerintah daerah di beberapa kota besar seperti Roma dan Milan juga telah mengaktifkan pusat-pusat pendinginan di gedung-gedung publik untuk memberikan tempat berlindung bagi warga yang membutuhkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Gelombang panas ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir pekan, dengan suhu di beberapa wilayah diprediksi mencapai 40 derajat Celsius. Otoritas kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang disarankan guna menghindari dampak buruk dari cuaca ekstrem ini.
