Direktur Eksekutif Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa MotoGP tidak memiliki target untuk segera menambah jumlah pabrikan atau memperluas jumlah motor di lintasan melebihi 22 unit. Pernyataan ini disampaikan menyikapi potensi penambahan tim di masa depan, dengan menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga kualitas kompetisi yang sudah ada.
Ezpeleta, yang akrab disapa “We like 22” merujuk pada jumlah motor yang saat ini berkompetisi, mengungkapkan bahwa Dorna tidak merasa tertekan untuk menambah jumlah peserta. “Kami tidak terburu-buru untuk memiliki pabrikan keenam, kami tidak terburu-buru untuk memiliki 24 motor,” ujar Ezpeleta dalam sebuah wawancara.
Fokus Dorna, penyelenggara MotoGP, saat ini lebih terarah pada penguatan tim-tim yang sudah ada dan memastikan keseimbangan kompetisi. Keputusan untuk menambah jumlah motor atau pabrikan baru akan dipertimbangkan dengan matang, bukan hanya sekadar menambah kuantitas tanpa melihat dampaknya terhadap kualitas balapan.
Lebih lanjut, Ezpeleta menjelaskan bahwa penambahan jumlah motor di grid bukan berarti kualitas balapan akan meningkat secara otomatis. Ada pertimbangan teknis dan logistik yang perlu dikaji secara mendalam. “Kami harus melihat apakah itu benar-benar bagus untuk olahraga ini. Saat ini, kami memiliki 22 motor dan itu adalah angka yang bagus,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi spekulasi yang berkembang mengenai potensi kembalinya pabrikan tertentu atau masuknya pemain baru ke MotoGP. Dorna ingin memberikan sinyal bahwa setiap keputusan ekspansi akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh demi menjaga level persaingan yang tinggi dan menarik bagi para penggemar.
Saat ini, MotoGP dihuni oleh lima pabrikan utama: Ducati, Yamaha, Honda, Suzuki, dan Aprilia. KTM juga menjadi pemain penting dalam beberapa musim terakhir. Dengan 22 motor yang berkompetisi, persaingan di setiap seri seringkali berlangsung sengit dan tidak terduga, sebuah elemen yang ingin terus dipertahankan oleh Dorna Sports.
