Militer Israel mengumumkan akan melakukan penyelidikan kriminal terkait tewasnya Hind Rajab, seorang gadis Palestina berusia enam tahun di Gaza. Tubuh Hind ditemukan beberapa hari setelah ia menelepon layanan darurat medis, menghabiskan berjam-jam dalam ketakutan sebelum akhirnya ditemukan di Kota Gaza pada tahun 2024.
Insiden tragis ini memicu kecaman internasional dan sorotan tajam terhadap tindakan militer Israel di Gaza. Berdasarkan laporan awal, Hind terjebak di dalam mobil bersama kerabatnya dan dilaporkan meminta bantuan kepada layanan darurat Palestina. Panggilan teleponnya kepada paramedis menjadi bukti kesaksian mengerikan tentang situasinya.
Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina, yang menerima panggilan dari Hind, mengkonfirmasi bahwa gadis kecil itu tewas. Mereka juga melaporkan bahwa dua paramedis yang dikirim untuk menyelamatkannya, Yusuf Al-Zein dan Ahmed Al-Matawa, juga tewas dalam insiden yang sama. Kendaraan ambulans yang mereka gunakan dilaporkan menjadi sasaran tembak.
Pihak Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan Hind setelah ambulansnya dilaporkan diserang. “Kami kehilangan kontak dengan Hind setelah ambulans kami diserang,” ujar perwakilan organisasi tersebut. “Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa paramedis kami dan gadis kecil yang tak berdosa ini.”
Keputusan militer Israel untuk membuka investigasi ini datang setelah adanya tekanan dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia dan komunitas internasional. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian secara utuh dan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Hind dan paramedis yang berusaha menolongnya.
Meskipun militer Israel telah mengkonfirmasi penyelidikan, detail mengenai proses dan temuan awal masih belum diungkapkan. Kasus kematian Hind Rajab menjadi salah satu dari sekian banyak insiden yang menyoroti dampak konflik yang mengerikan bagi warga sipil, khususnya anak-anak, di Gaza.
