Keriuhan di sekitar Tottenham Hotspur tampaknya meredup seiring berjalannya awal musim, meninggalkan para penggemar dengan harapan yang mulai goyah. Perasaan ini dirasakan oleh banyak klub lain, namun bagi Spurs, perubahan momentum ini terasa begitu cepat.
Salah satu pandangan yang dibagikan mencerminkan kekecewaan ini. Kevin Goddard, dalam prediksinya mengenai musim yang penuh tantangan, mengungkapkan bahwa rumah tangganya kini tengah berlomba untuk melihat siapa yang akan mengalami musim paling menyedihkan. “Saya: Luton – satu kemenangan dari tiga di League One dengan 10 gol kemasukan. Istri dan anak saya: Spurs – tidak perlu berkata apa-apa lagi. Anak saya yang lain: West Ham – satu kemenangan dari tiga di Championship. Ini akan menjadi sembilan bulan yang panjang,” tulisnya.
Situasi ini kontras dengan awal musim yang penuh harapan. Sementara itu, beberapa transaksi pemain justru menuai pujian. Emi Martínez, yang didatangkan dengan nilai transfer £7.5m, disebut-sebut sebagai pembelian terbaik musim ini. Meskipun kebobolan tiga gol saat melawan Brighton, ia berhasil melakukan banyak penyelamatan dan dianggap mentransformasi pertahanan timnya. Nigel Sanders bahkan berspekulasi bahwa nilai jual Robert Sánchez akan jauh melebihi £7.5m.
Perasaan campur aduk di awal musim ini juga diwarnai dengan momen-momen refleksi. Mengingat pengumuman pensiunnya seorang pemain legendaris dari sepak bola internasional, Justin Kavanagh secara satir menyatakan niatnya untuk melakukan hal serupa. Ia berkelakar, “Sure, the ingrates never picked me, overlooking my abilities through several World Cups and Euros, but I feel that, like Messi, the time has come to finally hang up my … ah, hopes of a call-up.” Namun, ia juga membuka kemungkinan untuk kembali jika negaranya membutuhkan jasanya.
Artikel ini merupakan kutipan dari buletin harian Football Daily. Untuk mendapatkan versi lengkapnya, kunjungi halaman yang disediakan dan ikuti instruksi yang diberikan.
