Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
DUNIA

Menteri Luar Negeri Iran Sebut Netanyahu Manipulatif, Coba Seret AS ke Perang Timur Tengah

Oleh Heni Maulidya September 1, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Zarif menuduh Netanyahu berupaya memanipulasi Amerika Serikat agar terseret ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Zarif dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan pada Minggu, 26 Mei 2024.

Menurut Zarif, Netanyahu telah menggunakan berbagai taktik dan narasi untuk meyakinkan Washington agar memberikan dukungan militer yang lebih besar dan terlibat langsung dalam eskalasi ketegangan di kawasan tersebut. “Netanyahu itu seperti ular, dia selalu mencari celah untuk menyeret orang lain ke dalam perang yang bukan urusannya,” ujar Zarif, menggunakan analogi yang kuat untuk menggambarkan strategi Netanyahu.

Lebih lanjut, Zarif menguraikan bahwa strategi Netanyahu ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan pengaruh Israel di kawasan, tetapi juga untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu domestik yang sedang dihadapi oleh pemerintahannya. Ia menambahkan bahwa narasi yang dibangun oleh Netanyahu kerap kali dibesar-besarkan untuk menciptakan rasa urgensi dan ketakutan di kalangan para pembuat kebijakan di Amerika Serikat.

Menlu Iran ini juga menyoroti bagaimana narasi ancaman yang diciptakan oleh Israel sering kali dimanfaatkan untuk mendapatkan konsesi dari sekutu-sekutunya, terutama Amerika Serikat. “Dia (Netanyahu) pandai sekali memainkan permainan politik. Dia tahu bagaimana memanfaatkan ketakutan dan ketidakpastian untuk kepentingannya sendiri,” jelas Zarif.

Kritikan Zarif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangkaian insiden dan retorika yang saling tuding antara Iran dan Israel, serta negara-negara lain yang terlibat. Sikap Iran, yang diwakili oleh Menlu Zarif, menegaskan penolakan mereka terhadap campur tangan kekuatan asing yang dapat memperburuk situasi di kawasan tersebut dan menyerukan solusi diplomatik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp