Beberapa hidangan di seluruh dunia memiliki aroma yang begitu kuat hingga mampu membuat siapa saja refleks menutup hidung. Kekhasan aroma ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner ekstrem.
Salah satu makanan yang paling terkenal dengan baunya yang menyengat adalah Durian. Buah tropis asal Asia Tenggara ini dijuluki sebagai ‘raja buah’ dan memiliki aroma yang sangat khas, perpaduan antara bawang putih busuk, kaus kaki bekas, dan sedikit aroma manis. Meskipun baunya sering kali diperdebatkan, rasa Durian yang creamy dan legit membuatnya digemari banyak orang, bahkan hingga dilarang dibawa ke tempat umum di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia.
Selain Durian, ada pula Surströmming, makanan tradisional Swedia yang terbuat dari ikan haring yang difermentasi. Proses fermentasi yang panjang menghasilkan bau yang luar biasa tajam, menyerupai campuran amonia dan telur busuk. Surströmming biasanya disajikan dengan roti, kentang, dan bawang bombay, namun proses membukanya saja sudah membutuhkan persiapan khusus agar aroma tidak menyebar terlalu luas.
Di Korea Selatan, ada Hákarl, yaitu daging hiu Greenland yang diawetkan dengan cara dikubur selama berbulan-bulan. Selama proses pengawetan, daging hiu akan mengeluarkan amonia yang sangat kuat. Setelah itu, daging hiu dipotong-potong dan dikeringkan. Aroma Hákarl sering digambarkan seperti disinfektan atau pembersih lantai.
Beralih ke Italia, Casu Martzu adalah keju susu domba yang terkenal dengan adanya belatung hidup di dalamnya. Belatung ini membantu proses fermentasi keju, menghasilkan aroma yang sangat tajam dan pedas. Keju ini dianggap sebagai makanan berbahaya dan dilarang diperjualbelikan di Uni Eropa, namun tetap menjadi bagian dari tradisi kuliner Sardinia.
Terakhir, ada Kiviak, makanan tradisional Inuit di Greenland. Kiviak dibuat dengan memasukkan ratusan burung laut kecil, seperti burung alk, ke dalam perut anjing laut yang telah diawetkan. Seluruh bungkusan kemudian dikubur di bawah tumpukan batu selama berbulan-bulan. Aroma Kiviak sangat kuat, perpaduan antara bau amis ikan dan gas fermentasi.
