Banyak orang mengalami kesulitan tidur saat menginap di hotel, sebuah fenomena yang dikenal sebagai ‘Efek Sisi Otak Kiri’. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology mengungkap alasan di balik fenomena ini, mengidentifikasi bahwa salah satu belahan otak tetap lebih aktif untuk memantau lingkungan asing.
Para peneliti dari Universitas Brown, Amerika Serikat, menemukan bahwa selama tidur malam pertama di tempat baru, satu sisi otak menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan sisi lainnya. Belahan otak yang lebih ‘waspada’ ini bertindak seperti penjaga, memantau suara-suara asing dan potensi bahaya di lingkungan yang tidak dikenal.
Dr. Yuka Sasaki, salah satu penulis studi, menjelaskan, “Kami menemukan bahwa selama tidur malam pertama di tempat asing, hemisphere (belahan) otak kiri menunjukkan aktivitas yang lebih besar dalam mendeteksi suara dibandingkan dengan hemisphere otak kanan. Ini menunjukkan bahwa satu sisi otak kita tetap berjaga-jaga saat kita tidur di lingkungan yang tidak biasa.”
Fenomena ini, yang disebut sebagai ‘kewaspadaan malam’ (nocturnal vigilance), merupakan mekanisme bertahan hidup yang diwariskan dari nenek moyang kita. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan diri saat berada di lingkungan yang berpotensi berbahaya. Belahan otak yang lebih aktif ini lebih cepat merespons rangsangan eksternal, seperti suara yang tidak familiar, dan dapat membangunkan individu tersebut dari tidur.
Studi ini melibatkan 20 partisipan sehat yang diminta untuk tidur di laboratorium selama dua malam berturut-turut. Selama tidur, aktivitas otak mereka dipantau menggunakan elektroensefalografi (EEG). Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan dalam respons otak terhadap suara antara malam pertama dan malam kedua. Pada malam kedua, ketika partisipan sudah lebih terbiasa dengan lingkungan, aktivitas ‘penjaga’ pada satu sisi otak berkurang, dan tidur menjadi lebih nyenyak.
Temuan ini memberikan penjelasan ilmiah mengapa banyak orang merasa tidurnya terganggu saat bepergian atau menginap di hotel. Perasaan tidak aman atau asing di lingkungan baru memicu mekanisme pertahanan alami otak. Oleh karena itu, bagi mereka yang sering bepergian, memiliki rutinitas tidur yang konsisten dan menciptakan suasana kamar yang senyaman mungkin di hotel dapat membantu mengurangi efek ‘Efek Sisi Otak Kiri’ dan meningkatkan kualitas tidur.
