Thursday, 20 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengapa Anak Laki-Laki Sering Disebut Mirip Ibu? Sains Ungkap Alasannya

Oleh Muzairi M August 20, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa anak laki-laki lebih mirip ibunya, atau sebaliknya? Ternyata, fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau ucapan turun-temurun. Sejumlah penelitian ilmiah telah mencoba mengungkap alasan di balik kemiripan genetik dan fisik antara orang tua dan anak.

Secara umum, setiap anak mewarisi 50% materi genetik dari ayah dan 50% dari ibu. Namun, ekspresi genetik ini tidak selalu merata. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa gen dari ibu mungkin lebih dominan dalam menentukan ciri-ciri fisik tertentu pada anak laki-laki.

Salah satu studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA) pada tahun 2013, yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One, menemukan bahwa sekitar 75% dari 124 gen yang mereka analisis menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi di otak anak-anak yang berasal dari ibu. Temuan ini mengindikasikan bahwa gen ibu mungkin memiliki peran yang lebih besar dalam perkembangan otak dan, secara tidak langsung, dalam pembentukan ciri-ciri yang diwariskan.

Penjelasan lain datang dari konsep genomic imprinting, di mana hanya satu salinan gen (dari ibu atau ayah) yang aktif, sementara salinan lainnya dinonaktifkan. Meskipun mekanisme ini kompleks dan berlaku untuk gen-gen tertentu, beberapa peneliti berteori bahwa hal ini dapat memengaruhi bagaimana ciri-ciri fisik diekspresikan.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan dan interaksi selama kehamilan juga dapat berperan. Lingkungan rahim yang diciptakan oleh ibu dapat memengaruhi perkembangan janin, termasuk ekspresi genetiknya. Tekanan emosional atau fisik yang dialami ibu selama kehamilan, misalnya, dapat memicu perubahan epigenetik yang kemudian diwariskan kepada anak.

Dr. Jian-meng Li, salah satu penulis studi UCLA, menyatakan, “Sebagian besar genom anak berasal dari ibu, dan dari sudut pandang epigenetik, tampaknya ibu menyumbang lebih banyak dari yang kita duga sebelumnya.” Pernyataan ini memperkuat gagasan bahwa pengaruh ibu dalam pembentukan keturunan bisa lebih signifikan dari perkiraan awal.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa kemiripan antara orang tua dan anak adalah hasil interaksi kompleks antara ribuan gen dan faktor lingkungan. Tidak ada satu penjelasan tunggal yang mencakup semua kasus. Pada akhirnya, setiap anak adalah kombinasi unik dari warisan genetik ayah dan ibu, serta pengaruh lingkungan yang mereka alami.

Bagikan: Facebook X WhatsApp