Amman – Ribuan warga Yordania turun ke jalan pada hari Jumat, 26 Januari 2024, menyuarakan kemarahan mereka dan menuntut pemerintah Kerajaan segera mengusir pasukan Amerika Serikat serta tentara asing lainnya dari wilayah mereka. Demonstrasi yang diorganisir oleh berbagai kelompok masyarakat sipil ini berpusat di depan kedutaan besar AS di Amman.
Aksi unjuk rasa tersebut merupakan respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan dan kehadiran militer asing yang dianggap sebagian warga sebagai provokasi. Peserta aksi membawa berbagai spanduk dan meneriakkan slogan-slogan yang mengecam kehadiran pasukan AS, menuntut kedaulatan penuh Yordania. Salah satu tuntutan utama adalah penutupan pangkalan militer AS yang beroperasi di Yordania.
Seorang demonstran, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah. “Kami merasa tidak dihargai. Kehadiran mereka di sini bukan untuk melindungi kami, melainkan untuk kepentingan mereka sendiri,” ujar salah seorang peserta aksi. Ia menambahkan bahwa warga Yordania menginginkan kebijakan luar negeri yang lebih independen dan tidak terpengaruh oleh kekuatan asing.
Selain menuntut pengusiran pasukan AS, para pengunjuk rasa juga menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Isu Palestina menjadi salah satu pendorong utama demonstrasi kali ini, dengan banyak peserta yang mengaitkan kehadiran pasukan asing dengan konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Mereka berpendapat bahwa dukungan Yordania terhadap Palestina harus diwujudkan dengan tindakan nyata, termasuk menghentikan segala bentuk kerja sama militer dengan negara-negara yang dianggap mendukung agresi terhadap warga Palestina.
Pihak berwenang Yordania tampak mengamankan jalannya demonstrasi dengan ketat, namun tidak melakukan intervensi yang berlebihan. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Yordania maupun Kedutaan Besar AS di Amman terkait tuntutan yang disuarakan oleh para demonstran. Namun, gelombang protes ini menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam di kalangan sebagian masyarakat Yordania terhadap kebijakan luar negeri dan kehadiran militer asing di negara mereka.
