Mark Zuckerberg Akui Pengembangan Agen AI Meta Tidak Secepat Harapan

Herfansyah

CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru saja menyampaikan pengakuan jujur kepada para karyawannya terkait perkembangan kecerdasan buatan atau AI di perusahaan tersebut. Dalam pertemuan internal yang digelar Kamis (2/7/2026), Zuckerberg menyebut bahwa pengembangan agen AI tidak melaju secepat yang diprediksi sebelumnya.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya agresif Meta untuk melakukan transformasi besar-besaran berbasis teknologi AI. Zuckerberg mengakui bahwa ekspektasi eksekutif mengenai akselerasi pengembangan agen AI belum tercapai sepenuhnya hingga saat ini.

Sebelumnya, Meta telah melakukan langkah drastis dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan. Jumlah tersebut mencakup kurang lebih 10 persen dari total tenaga kerja korporat perusahaan.

Selain PHK, perusahaan juga merombak struktur organisasi dengan menugaskan sekitar 7.000 karyawan lainnya ke berbagai divisi AI. Salah satu divisi baru yang dibentuk diberi nama Agent Transformation.

Zuckerberg turut menyoroti proses perampingan karyawan yang telah dilakukan. Ia menilai bahwa eksekusi pemangkasan tenaga kerja tersebut kurang berjalan mulus atau tidak sebersih yang seharusnya.

Langkah efisiensi ini diambil karena kekhawatiran para petinggi Meta mengenai kecepatan perusahaan dalam beradaptasi. Mereka merasa perlu bergerak lebih gesit guna merespons lanskap industri teknologi yang terus berubah dengan sangat cepat.

Sang CEO menambahkan bahwa keuntungan nyata dari restrukturisasi perusahaan yang fokus pada AI belum membuahkan hasil yang maksimal. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa Meta akan mulai merasakan dampak positif dari investasi AI tersebut dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Di sisi lain, kondisi di internal Meta tampaknya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah laporan investigasi bahkan menggambarkan unit AI Meta yang baru dibentuk sebagai tempat kerja yang sangat menekan bagi para insinyur yang ditugaskan di sana.

Terlepas dari tantangan tersebut, Meta tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam pengembangan teknologi masa depan. Perusahaan dilaporkan telah mengalokasikan anggaran besar untuk infrastruktur AI, dengan proyeksi pengeluaran mencapai 145 miliar dolar AS pada tahun ini.

Strategi ini menunjukkan betapa ambisiusnya Meta dalam menguasai sektor kecerdasan buatan meski harus menghadapi berbagai kendala internal. Hingga berita ini diturunkan, pihak Meta belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi oleh TechCrunch terkait situasi terkini di perusahaan tersebut.

Langkah Meta ke depan kini sangat dinantikan oleh para pengamat industri teknologi global. Apakah investasi raksasa yang digelontorkan akan segera membuahkan hasil, atau justru tantangan internal akan semakin menghambat visi Zuckerberg dalam mendominasi pasar AI?

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All